Dua Nelayan Tewas Disambar Petir

Rabu 28 May 2025 - 19:14 WIB
Reporter : Maulana
Editor : Adriansyah

Usai Mencari Kerang di Laut

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO- Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir Kuala Jambi, Kabupaten Tanjabtim, pada Rabu (28/5) siang membawa duka mendalam bagi warga Kelurahan Kampung Laut. 

Dua orang nelayan tewas tersambar petir saat sedang mencari kerang di kawasan Beting Kuala Lagan, sementara tiga rekannya mengalami luka-luka.

Dari data yang didapat, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.40 WIB, ketika rombongan nelayan yang terdiri dari beberapa orang sedang bersiap kembali ke pompong (perahu motor tradisional) usai mencari kerang. Saat itu, langit mulai gelap disertai hujan lebat, angin kencang, dan suara petir yang menyambar di atas perairan Kuala Lagan.

Tanpa disangka, satu sambaran petir menghantam langsung area tempat mereka berada, menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

BACA JUGA:Hujan Merata di Jambi dan Berbagai Wilayah, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:Hampir Seluruh Indonesia Diguyur Hujan, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem

Korban pertama diketahui bernama Nasrullah (31), warga RT 03, RW 01, Kelurahan Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi. Korban kedua adalah Yudi Hidayatullah (23), yang juga tinggal di wilayah yang sama, tepatnya di Jalan Kalimantan, RT 03, RW 01.

Selain dua korban meninggal, tiga orang lainnya mengalami luka ringan akibat efek sambaran petir tersebut. Rizky (22) yang mengeluhkan mata perih dan sakit pada tengkuk, Roby Ardiansyah (21) yang mengalami pembengkakan pada kaki kiri, dan Nirwan (17) yang mengalami luka bakar di bagian leher.

Ketiganya merupakan nelayan dari lingkungan yang sama, RT 03 RW 01 Kelurahan Kampung Laut. Saat ini, korban Nirwan masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kampung Laut, sementara dua lainnya telah dipulangkan setelah mendapat pertolongan pertama.

Sesaat setelah kejadian, para korban langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya ke daratan. Suasana duka langsung menyelimuti rumah duka masing-masing korban. Warga setempat pun tampak ramai berdatangan untuk memberikan dukungan dan belasungkawa kepada keluarga korban.

Menurut keterangan keluarga, jenazah kedua korban akan dimakamkan hari ink. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Camat Kuala Jambi, Hermawan mengatakan, bahwa peristiwa ini menambah daftar panjang korban akibat cuaca ekstrem di wilayah pesisir timur Jambi. Kondisi geografis Kuala Jambi yang merupakan kawasan pesisir menjadikan masyarakatnya rentan terhadap bencana laut, terutama saat terjadi badai atau cuaca ekstrem. 

"Para nelayan diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala sebelum melaut, demi keselamatan jiwa," imbaunya.(*)

 

Kategori :