Jane Moses

Senin 05 Jan 2026 - 21:12 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Adriansyah

Taman-taman luas ia bangun. Kampung miskin digusur. Taman itu untuk orang kaya.

Pertambahan taman di kota New York saja lebih 500 hektare.

Dan itu menimbulkan kebencian yang meluas --di kalangan penduduk miskin.

Gerakan masif anti Moses pun sangat berkembang. Gerakan pertama dipimpin Jane Jacobs. Wanita. Kulit putih. Jane berpendapat kota itu untuk manusia. Moses, kata Jane, beraliran kota itu untuk mobil.

Jane adalah wartawan, penulis, aktivis tata kota. Dia masuk dalam klub arsitektur kota. Bukunya laris: The Death and Life of Great American Cities. Terbit tahun 1961. Ahli tata kota seperti almarhum Prof Johan Silas (ITS) pasti terpengaruh oleh buku ini.

Moses dan Jane sama-sama alumnus Columbia University. Beda tahun. Beda jurusan. Sama-sama juga berumur panjang. Moses meninggal umur 91 tahun. Karena jantung. Jane meninggal umur 89 tahun. Karena stroke.

Setelah Jane meninggal gerakan anti ideologi Moses dipimpin Jumaane Williams. Ia kemarin dilantik sebagai satu dari trio pejabat tinggi New York sekarang: Zohran Mamdani, Jumaane Williams, dan Mark D. Levine (Baca Disway: Tiga Serangkai).

Dulu Moses sangat berkuasa –meskipun tidak pernah menjabat wali kota. Kini si anti-Moses, Zohran, ganti yang jadi wali kota.

Moses mendapat gelar bapak infrastruktur New York, Zohran akan jadi bapak ''membangun tanpa menggusur''. Moses sudah meninggal, Zohran baru memulai bekerja.

Si bapak infrastruktur belakangan dikenang juga sebagai ''bapak rasis lewat kebijakan infrastrukturnya''. Kelihatannya ia pro-pembangunan tapi hasilnya rasis: ras tertentu harus menyingkir ke pinggir; menjadi warga kelas tiga. Mereka inilah pemilih Zohran --umur 34 tahun jadi wali kota.

Saya jadi ingin ke New York lagi: untuk ke kawasan Greenpoint, di Brooklyn. Di situlah pusat perlawanan atas ideologi tata kota gaya Moses.

Kemarin Zohran ke situ. Disambut pelukan-pelukan hangat warga. Laki-perempuan. Umumnya kulit putih. Warga Greenpoint berjumlah sekitar 40.000 orang --mayoritas imigran asal Polandia.

(Zohran Mamdani saat datang ke Greenpoint.--Nydailynews)

Di sinilah dulu berbagai industri berdiri. Karena itu banyak bangunan bekas pabrik. Banyak keluarga buruh. Dari ini pula Anda bisa melihat pusat kota New York, Manhattan, seperti hutan gedung tinggi, di seberang sungai. Ideologi tata kota Jane berkembang dari sini --menentang ideologi pembangunan kota gaya Moses.

Apa pun, kenyataannya, ideologi tata kota gaya Moses banyak pengikutnya: pun di Jakarta. (*)

Kategori :

Terkait

Rabu 14 Jan 2026 - 19:22 WIB

Amang Tabung

Selasa 13 Jan 2026 - 19:03 WIB

Amang Waron

Senin 12 Jan 2026 - 21:48 WIB

Reflek Radjimin

Minggu 11 Jan 2026 - 19:18 WIB

Sirrul Cholil

Sabtu 10 Jan 2026 - 15:38 WIB

Carter 747

Terkini

Rabu 14 Jan 2026 - 20:30 WIB

Telusuri Pelanggaran Helen's

Rabu 14 Jan 2026 - 20:28 WIB

Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Rabu 14 Jan 2026 - 20:27 WIB

Oknum Guru dan Siswa Berkelahi

Rabu 14 Jan 2026 - 20:26 WIB

Penanganan TBC Jadi Temuan BPK

Rabu 14 Jan 2026 - 20:24 WIB

TPID Siapkan Langkah Intervensi

Rabu 14 Jan 2026 - 20:20 WIB

City Menang 2-0 Atas Newcastle