Baca Koran Jambi Ekspres Online

Komisi VII Soroti Wisman Singapura-Malaysia Belanja Sembako di Batam

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (kedua dari kanan) memimpin sesi diskusi kunjungan kerja spesifik di Batam Tourism Polytechnic, Kepulauan Riau, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty--

BATAM, JAMBIEKSPRES.CO-Komisi VII DPR RI menyoroti fenomena kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia meningkat, namun berlangsung singkat hanya diduga untuk membeli bahan pokok di Batam.

Fenomena ini menjadi salah satu latar belakang kunjungan kerja spesifik yang dilakukan rombongan anggota Komisi VII DPR RI ke Kota Batam, Selasa, untuk meminta klarifikasi dari pemerintah daerah setempat.

“Kami datang ke Batam secara serius untuk mendiskusikan adanya fenomena banyaknya turis dari Singapura dan Malaysia masuk ke Batam, ternyata mereka datang khusus untuk belanja, datang pagi pulang sore, cuma menginap satu malam,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay di Batam.

Menurut dia, fenomena ini menjadi catatan pihaknya untuk mendorong bagaimana agar wisatawan dari Singapura dan Malaysia itu tidak hanya datang berbelanja bahan pokok, lalu pulang.

BACA JUGA:Pemkot Siapkan 4.000 Paket Sembako Murah Jelang Ramadan, Satu Paket Rp112 Ribu

BACA JUGA:Angkut Muatan Sembako Ilegal, KM Sunarti Indah GT 18 Diamankan Polisi

Meski di satu sisi fenomena ini baik untuk masyarakat karena ada uang yang dibelanjakan, terlebih selisih mata uang Indonesia dengan Singapura yang cukup jauh menguntungkan bagi warga negara tetangga tersebut tetapi tidak berdampak luas ke masyarakat.

“Ini menjadi catatan Komisi VII bagaimana ini kota nanti dinaikkan pendapatan masyarakatnya bisa lebih bagus dan tidak hanya berputar pada elit para pengusaha saja,” katanya.

“Tapi bagaimana berdampak pada masyarakat kecil termasuk UMKM. Makanya, tadi kami mengundang UMKM untuk memberikan pendapatnya agar bisa bersama-sama mengurus Batam ini,” katanya.

Anggota Komisi VII Bane Raja Manulu khawatir fenomena wisatawan Singapura ke Batam hanya dua hari satu malam itu bukan untuk berwisata, tapi untuk berbelanja bahan pokok di Batam.

Dari paparan Kepala Dinas Pariwisata Kepri yang mengatakan rata-rata wisman membelanjakan uang-nya di Kepri sebesar 226 dolar Amerika. Angka tersebut jika dibulatkan 300 dolar Amerika kurang lebih hanya Rp4,8 juta.

“Kalau dibulatkan 300 dolar Amerika itu cuma Rp4,8 juta, itu sama beli beras, minyak. Dan masyarakat Batam ini berkompetisi dengan Singapura, sementara dari sisi penghasilannya mereka berbeda, UMK Batam Rp5,6 juta, sedangkan warga Singapura belanja Rp5 juta itu sangat wajar,” kata Bane.

Bane berharap fenomena ini menjadi bahan evaluasi oleh Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Daerah agar bisa meningkat rata-rata lama tinggal wisatawan agar lebih dari dua hari, sehingga bisa dibedakan mana yang benar-benar turis atau cuma pergi belanja sembako.

“Kalau wisman ke Batam itu belanja kurang dari 300 dolar bisa dipastikan berarti hanya penyeberang harian,” kata Bane.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan