SAH Ungkap Data, MBG Habiskan 19 Ribu Sapi Perhari, Visi Prabowo Gerakkan Ekonomi Rakyat
Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM ketika melaksanakan kurban beberapa waktu lalu. --
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO- Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya kebijakan sosial, tetapi merupakan strategi ekonomi nasional yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.
Sutan Adil Hendra mengungkapkan, secara nasional kebutuhan protein hewani dalam program MBG mencapai sekitar 19 ribu ekor sapi per hari.
Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan, mulai dari sektor peternakan, pertanian pakan, rumah potong hewan, distribusi daging, hingga UMKM pangan.
“Setiap hari sekitar 19 ribu sapi dipotong untuk mendukung MBG. Ini luar biasa. Artinya, ada perputaran ekonomi yang masif. Peternak mendapat pasar yang pasti, tenaga kerja terserap, dan aktivitas ekonomi di desa ikut hidup,” ujarnya, Selasa (10/2).
Menurutnya, program MBG mencerminkan pendekatan pembangunan ala Prabowo Subianto yang tidak hanya fokus pada bantuan konsumsi, tetapi juga membangun ekosistem produksi nasional berbasis rakyat.
Permintaan pangan yang stabil dari negara dinilai mampu memberi kepastian usaha bagi petani dan peternak lokal.
“Inilah konsep ekonomi kerakyatan yang selalu disampaikan Presiden Prabowo. Negara hadir sebagai offtaker, menyerap hasil produksi petani dan peternak, lalu mendistribusikannya kembali kepada masyarakat. Dampaknya berlapis, gizi meningkat, ekonomi bergerak,” tegas Sutan Adil Hendra.
Ketua DPD HKTI Jambi itu juga menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah kepada peternak rakyat dan UMKM pangan agar rantai pasok MBG tidak dikuasai segelintir pelaku besar.
Ia mendorong keterlibatan koperasi tani, kelompok peternak, serta pelaku usaha lokal.
“Kalau dikelola serius, MBG bisa menjadi lokomotif ekonomi desa. Petani padi, jagung, sayuran, hingga peternak sapi dan ayam semuanya terhubung dalam satu ekosistem nasional,” katanya.
Ia menambahkan, Provinsi Jambi memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang harus segera dikonsolidasikan agar mampu menangkap peluang dari program MBG.
“Ini momentum. Jambi harus menyiapkan basis produksi pangan lokal supaya kita tidak hanya jadi penonton, tapi menjadi bagian utama dari program strategis nasional ini,” pungkasnya. (*)