Baca Koran Jambi Ekspres Online

Intelijen Korsel Harap Trump Dapat Bujuk Korut Untuk Denuklirisasi

Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat mereka bertemu di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan (30/6/2019). ANTARA/KCNA/aa.--

SEOUL, JAMBIEKSPRES.CO-Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) berharap Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump dapat berdialog dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mungkin mencapai "kesepakatan kecil" terkait program nuklir Korut.

NIS membuat penilaian tersebut selama pengarahan tertutup kepada anggota parlemen di tengah harapan bahwa Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari, kemungkinan ingin mengulangi diplomasi pertemuannya dengan Kim.

"Ada kemungkinan Trump mengupayakan dialog dengan Kim karena menurut Trump, pertemuan sebelumnya dengan Kim adalah pencapaian besar dalam karir pemerintahannya," sebut NIS yang dikutip oleh para anggota parlemen.

BACA JUGA:Pasca Banjir Besar Landa Korea Utara, Kom Jong Un Eksekusi Mati Puluhan Pejabat

BACA JUGA:Korea Utara Ancam Luncurkan Senjata Nuklir

NIS melihat peluang keterlibatan Trump dengan Kim, setelah mengetahui pencalonannya terhadap mantan Duta Besar untuk Jerman Richard Grenell sebagai utusan presiden untuk misi khusus dan pemilihan mantan pejabat kebijakan Korut Alex Wong, sebagai penasihat utama Gedung Putih.

Selain itu, Trump sempat bertemu Jong Un tiga kali selama pemerintahannya yang pertama, termasuk pertemuan puncak pertama di Singapura pada Juni 2018 dan berikutnya di Hanoi pada Februari 2019. Setelah gagal mencapai kesepakatan di Hanoi, pembicaraan mengenai denuklirisasi Korut terhenti.

"Jika AS tidak yakin denuklirisasi penuh dari Korut dalam waktu singkat dapat terjadi, mungkin 'kesepakatan kecil' atau negosiasi skala kecil untuk membekukan program nuklirnya atau pelucutan senjata nuklir bisa dilakukan," harap NIS. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan