Kemdiktisaintek dan LPDP Sepakati Alokasi Rp2 Triliun untuk Pengembangan Pendidikan dan Beasiswa
Wamendiktisaintek usai Penandatangan MoU terkait dana beasiswa LPDP--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan dana sebesar Rp2 triliun dalam rangka mendukung program beasiswa dan peningkatan kompetensi di sektor pendidikan tinggi Indonesia.
Pendanaan ini akan difokuskan pada program beasiswa bergelar (degree) dan non-gelar (non-degree), yang mencakup jenjang S1 hingga S3.
Pembaruan kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat dukungan terhadap mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi besar, namun membutuhkan bantuan biaya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri maupun dalam negeri.
Program ini juga akan mencakup pengelolaan yang lebih transparan serta peningkatan kualitas dan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa program ini tidak hanya memberi kesempatan kepada individu berprestasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi muda Indonesia yang lebih unggul.
“Melalui pendanaan ini, kita ingin memastikan lebih banyak anak bangsa yang bisa melanjutkan pendidikan berkualitas tinggi, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi kemajuan negara,” ungkap Stella.
Selain itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membangun generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global.
“Kami berharap kerjasama ini tidak hanya menguntungkan penerima beasiswa, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan riset di Indonesia,” jelas Togar.
Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, menyambut baik kesepakatan ini dan menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan beasiswa yang maksimal.
Menurut Andin, LPDP akan berfokus pada transparansi dan efektivitas dalam setiap langkah, untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi penerima beasiswa dan pembangunan bangsa.
Kerjasama ini juga diharapkan dapat memperkuat fondasi pendidikan tinggi Indonesia serta membuka peluang riset dan inovasi yang lebih luas.
Program ini akan menjadi bagian penting dari Rencana Pembangunan Pemerintah Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029, yang menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong daya saing Indonesia di tingkat global. (*)