Kepala BPJN Jambi Tinjau Lokasi Jalan Putus di Bungo, Prioritaskan Penanganan Sementara
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi, Ibnu Kurniawan--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO– Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi, Ibnu Kurniawan, bergerak cepat dalam menangani putusnya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Bungo.
Ibnu mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Kasatker dan PPK kegiatan PJN II untuk segera meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan Pemkab Bungo untuk penanganan awal.
Ibnu menjelaskan bahwa dirinya dijadwalkan untuk turun langsung ke lokasi pada Senin (3/3).
Untuk sementara, pihaknya akan menggunakan Jembatan Bailey, sebuah jembatan fabrikasi yang ada di Bungo, sebagai solusi darurat.
"Jembatan Bailey ini akan dibawa ke lapangan dengan bantuan Pemkab Bungo. Ini adalah langkah sementara sebelum perbaikan permanen dilakukan, seperti yang pernah kami lakukan di Tamiai (Kerinci) tahun lalu," ujar Ibnu.
Dia juga menjelaskan bahwa teknis penggunaan jembatan Bailey, dengan panjang total 30 meter, akan dikaji oleh tim di lapangan.
"Jika jembatan ini bisa digunakan untuk dua arah lalu lintas, kami akan memaksimalkannya. Namun, jika tidak memungkinkan, kami akan menerapkan sistem satu arah dengan pengaturan bergantian," tambahnya.
Saat ini, BPJN Jambi tengah mengidentifikasi jalur alternatif terdekat yang bisa digunakan untuk menghubungkan Sumatera Barat dan Bungo.
"Kami sedang mencari jalur alternatif yang paling cepat dan aman," katanya.
Sementara itu, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional II, Diaz Shodiq, menjelaskan penyebab putusnya jalan tersebut.
Menurutnya, dua unit gorong-gorong cross drain tidak mampu menampung debit air yang deras, yang akhirnya menyebabkan jalan amblas sepanjang 7 meter dan berpotensi meluas hingga 15 meter.
BPJN Jambi, kata Diaz, telah berkoordinasi dengan Pemkab Bungo dan pihak terkait lainnya untuk segera melakukan penanganan.
Dengan adanya langkah cepat ini, diharapkan arus lalu lintas di wilayah tersebut dapat kembali normal dalam waktu dekat. (*)