Baca Koran Jambi Ekspres Online

Guru Sebagai Garda Terdepan dalam Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kemendikdasmen di Jakarta pada Kamis (20/3/2025) menyelenggarakan seri webinar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bertema "Guru Hebat, Garda Terdepan Kesiapsiagaan dan Mi--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kemendikdasmen bersama PLAN Indonesia memperkuat peran guru dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di lingkungan pendidikan.

Guru dianggap sebagai garda terdepan dalam mempersiapkan sekolah menghadapi risiko bencana.
Hal ini disampaikan dalam seri webinar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bertema "Guru Hebat, Garda Terdepan Kesiapsiagaan dan Mitigasi di Sekolah" yang digelar pada Kamis.

Tujuan dari webinar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menangani situasi darurat terkait bencana.
Direktur Jenderal GTKPG Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana di sekolah.

Ia menyatakan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan keterampilan hidup, termasuk dalam menghadapi bencana.
“Salah satu peran penting guru adalah meningkatkan pengetahuan murid tentang bagaimana mengurangi risiko bencana dan menyiapkan mereka menghadapi kondisi darurat,” ungkap Nunuk.
Jamjam Muzaki, Tenaga Ahli Seknas SPAB Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa peran guru dalam manajemen bencana sangat luas, mulai dari persiapan sebelum bencana, respons saat terjadi bencana, hingga langkah-langkah setelah bencana.

Guru, katanya, bertanggung jawab untuk mengedukasi dan membangkitkan kesadaran pada siswa tentang jenis-jenis bencana, risiko yang ada, serta cara menghadapinya.
Selain itu, Jamjam juga mengingatkan agar Kepala Sekolah membentuk Tim Siaga Bencana yang berfungsi untuk membuat rencana tanggap darurat, termasuk cara evakuasi warga sekolah saat bencana terjadi.
"Pada tahap pra-bencana, guru perlu memastikan bahwa fasilitas sekolah aman dan ruang belajar sudah ditata dengan baik," jelasnya.
Selama bencana berlangsung, guru memiliki peran krusial dalam menjaga ketertiban dan keselamatan murid, serta melaksanakan evakuasi ke titik kumpul yang sudah disepakati sebelumnya.

Pada saat darurat, guru juga memberikan dukungan psikososial untuk menenangkan murid agar tetap tenang.
Setelah bencana, guru berperan dalam pemulihan emosional dan psikososial murid.

Mereka juga perlu menyesuaikan metode pengajaran agar sesuai dengan kondisi murid yang mungkin terpengaruh secara psikologis akibat bencana.
“Dengan kesiapan yang baik, guru tidak hanya membantu siswa selamat secara fisik, tetapi juga mendukung pemulihan mental dan emosional mereka,” tutup Jamjam. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan