Demi Eksistensi, Jokowi Butuh Wadah Politik
Presiden Ketujuh RI Joko Widodo bersama Ketua Umum PSI Keasang Pangarep ketika masih menjabat Presiden dalam sebuah kegiatan. --
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO- Presiden Ketujuh RI Joko Widodo masih eksis di pentas politik Tanah Air meski tidak lagi menjadi kepala negara. Hanya saja secara formal, belum diketahui wadahnya.
Menurut Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, Jokowi dalam mempertahankan eksistensinya membutuhkan wadah politik.. Nah, wadah itu bisa bergabung dengan partai politik yang selama ini memiliki peran dalam dinamika politik nasional.
"Joko Widodo perlu bergabung dengan salah satu partai politik yang selama ini selalu memberikan warna dalam politik Indonesia," ujar Fernando.
Fernando menilai ada banyak pilihan parpol menjadi labuhan Jokowi. Selain delapan parpol yang memiliki kursi di DPR, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa menjadi pilihan.
Kendati tidak ada kadernya parlemen, PSI memiliki kader yang bertugas di pemerintahan. Selain itu, PSI dipimpin oleh anak Jokowi sendiri, Kaesang Pangarep.
"Sehingga sangat mungkin Joko Widodo bergabung dengan partai yang saat ini dipimpin oleh anak bungsunya. Apalagi secara jelas gagasan partai super terbuka oleh Jokowi diwujudkan oleh Kaesang di PSI," tambahnya.
Lebih lanjut Fernando berpendapat, jika Jokowi mengambil peran strategis di PSI, baik sebagai pembina atau dalam jabatan lainnya, hal ini akan memberikan dampak signifikan bagi partai tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara Kaesang sebagai Ketua Umum PSI dan Jokowi dalam posisi strategis akan meningkatkan daya saing dan elektabilitas PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.
"Kolaborasi antara Kaesang sebagai Ketua Umum dan Jokowi sebagai Pembina atau jabatan lainnya akan mampu meningkatkan suara PSI 2029 yang akan datang," jelasnya.
Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Jokowi terkait langkah politiknya setelah 2024, spekulasi mengenai kemungkinan bergabungnya dengan PSI semakin menguat.
Jika benar terjadi, maka langkah ini akan menjadi salah satu strategi politik yang menarik untuk disimak dalam perjalanan politik Indonesia ke depan. (gwb)