Baca Koran Jambi Ekspres Online

Mengelola Risiko Keamanan e-SIM di Era Digital

Seorang pengunjung melihat peluncuran layanan E-Money Interoperability dengan program Gratis Biaya kirim uang Lintas operator yakni Telkomsel, XL dan INDOSAT--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong masyarakat untuk beralih ke teknologi embedded Subscriber Identity Module (e-SIM) guna meningkatkan efisiensi layanan telekomunikasi.

Teknologi ini menggantikan kartu SIM fisik dengan chip digital yang tertanam pada perangkat telepon seluler, memungkinkan pengguna berpindah operator tanpa mengganti kartu.

Selain itu, e-SIM juga tidak memiliki slot kartu, sehingga pengguna tidak perlu memasang atau melepas kartu SIM saat menginstalnya di ponsel.

Namun, meskipun menawarkan kemudahan, teknologi e-SIM membawa sejumlah risiko keamanan siber yang perlu diwaspadai.

Salah satu ancaman terbesar adalah SIM swapping, di mana pelaku kejahatan dapat mencuri data pribadi korban—seperti KTP atau nomor ponsel—untuk mengalihkan kepemilikan e-SIM ke perangkat mereka.

Jika berhasil, pelaku dapat mengakses akun penting, seperti akun bank, media sosial, atau layanan lainnya yang terhubung dengan nomor telepon.

Selain SIM swapping, risiko lainnya meliputi peretasan data melalui serangan siber, pencurian identitas digital, kebocoran data pribadi, serta ancaman malware yang bisa menargetkan informasi terkait e-SIM.

Serangan phishing dan sosial engineering juga semakin marak, di mana pelaku menyamar sebagai pihak resmi—seperti bank atau platform e-commerce—untuk mengelabui korban agar memberikan data sensitif mereka.

Kerentanan lainnya adalah pada infrastruktur operator, di mana sistem yang tidak dilengkapi enkripsi kuat atau autentikasi multi-faktor berisiko kebocoran data pelanggan.

Kejadian serupa terjadi pada 2023, di mana sebuah operator besar di Asia Tenggara mengalami peretasan yang menyebabkan jutaan data SIM terekspos.

Selain itu, perangkat yang digunakan untuk mengakses e-SIM juga rentan, terutama jika perangkat hilang, terjangkit malware, atau tidak dilindungi dengan kata sandi yang kuat.

Untuk melindungi diri dari risiko ini, masyarakat perlu menerapkan beberapa langkah pengamanan penting:

Gunakan kata sandi yang kuat untuk perangkat dan akun yang terhubung dengan e-SIM.

Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk semua layanan digital yang terhubung dengan nomor telepon.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan