Baca Koran Jambi Ekspres Online

UMS Siapkan Program Studi AI untuk Cetak Talenta Masa Depan

Rektor UMS Prof Harun Joko Prayitno.--

SOLO, JAMBIEKSPRES.CO– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersiap menatap masa depan dengan menggagas Program Studi (Prodi) Artificial Intelligence (AI), sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi era digital dan tantangan global.
Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan hanya respons terhadap dinamika global, tetapi juga wujud kesiapan UMS menjadi pionir dalam pengembangan keilmuan berbasis teknologi masa depan.
“Kami sedang menjajaki pendirian Prodi AI, juga merancang prodi Sains Data dan Siber. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan pendidikan yang adaptif, prospektif, dan futuristik,” ujar Prof. Harun di Kampus UMS.
Pembukaan Prodi AI akan berada di bawah koordinasi Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI).

Prodi ini dirancang tak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan etika penggunaan teknologi berbasis nilai-nilai moral.
“Kami tidak hanya fokus pada sisi teknologi, tapi juga menanamkan etika dan tanggung jawab sosial dalam pengembangan AI,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan UMS dalam menciptakan kurikulum yang tidak hanya modern, tetapi juga humanistik—sesuai dengan semangat Muhammadiyah yang menempatkan ilmu sebagai sarana membangun peradaban.
Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak soal AI yang dianggap dingin dan tanpa empati, Prof. Harun memberikan perspektif akademik.
“AI memang belum punya perasaan atau sisi emosional seperti manusia. Namun, ke depan, bukan tidak mungkin dengan desain tertentu, AI bisa meniru respons emosional,” katanya.
Meski begitu, ia menekankan bahwa kemampuan meniru bukan berarti menyamai kedalaman perasaan manusia.

Oleh karena itu, pengajaran AI di UMS akan tetap diimbangi dengan pendekatan nilai dan kemanusiaan.
Sebagai kampus yang terus berevolusi, UMS tak ingin tertinggal dalam revolusi industri 5.0 yang kian menuntut generasi muda untuk melek digital.

Namun, pengembangan keilmuan tetap dilakukan dengan pijakan nilai dan identitas ke-Indonesiaan yang kuat.
“Kami ingin UMS menjadi rumah besar bagi para inovator muda yang tak hanya cerdas secara teknologi, tapi juga arif secara moral,” tegas Prof. Harun.
Dengan rencana pembukaan prodi AI, Sains Data, dan Siber, UMS menunjukkan bahwa pendidikan tinggi harus selalu berpacu dengan perubahan, namun tetap berpijak pada karakter. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan