Baca Koran Jambi Ekspres Online

Menteri Rosan Pastikan Investasi Korsel di RI Tetap Tinggi

Tangkapan layar - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani ketika membuka paviliun Indonesia di ajang World Economic Forum (WEF) 2025, Davos, Swiss, Selasa (21/1/2025). ANTARA/Putu Indah Savitri--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO-Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memastikan investasi Korea Selatan (Korsel) di Indonesia tetap tinggi, dengan ditandai tetap ada peresmian pabrik perusahaan kimia asal Korsel, Dongsung Chemical , di Karawang, Jawa Barat.

"Kehadiran pabrik ini sekali lagi membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi yang masih menarik di mata investor, namun juga dipercaya menjadi pusat produksi dan ekspor produk berteknologi tinggi. Investasi ini akan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” kata Rosan dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Dijelaskannya, pabrik yang diresmikan pada 30 April tersebut dibangun di atas lahan 82 ribu meter persegi dengan luas bangunan 23 ribu meter persegi. Fasilitas produksi pabrik ini merupakan yang terbesar dimiliki oleh Dongsung, bahkan melebihi kapasitas produksi di negeri asalnya.

Adapun produk Dongsung Chemical digunakan di berbagai sektor, seperti industri otomotif, yakni jok, headrest, dan pelapis interior, industri alas kaki untuk sol sepatu dan perekat, industri barang rumah tangga seperti kasur, sofa, dan pelapis tahan air, serta manufaktur dan konstruksi.

Rosan juga menyampaikan bahwa pemerintah secara aktif terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra strategis Indonesia untuk berinvestasi di tanah air. Apalagi, menurutnya saat ini, berdasarkan arahan Presiden Prabowo, Indonesia sangat terbuka untuk berbisnis, terutama yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

Dalam lima tahun terakhir (2020–2024), Korea Selatan tercatat sebagai negara sumber investasi asing (FDI) terbesar ke-7 di Indonesia, dengan total investasi sebesar 11,3 miliar dolar AS atau Rp185,87 triliun (kurs Rp16.449).

Rosan menilai kerja sama Korsel dan Indonesia yang telah berjalan dengan baik harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

"Saya yakin angka realisasi investasi sebenarnya jauh lebih besar, karena ada investasi asal Korea yang masuk melalui negara lain seperti Malaysia atau Singapura,” kata Menteri Rosan.

Bagi Dongsung Chemical, pabrik di Karawang adalah bagian penting dari rencana pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Chairman Dongsung Chemical Baek Jeong-ho mengatakan bahwa investasinya di Indonesia bukan hanya untuk menambah kapasitas produksi, namun juga bagian dari strategi perusahaan untuk terus berkembang.

“Pabrik baru di Indonesia ini merupakan basis produksi sistem PU terbaik di Asia Tenggara, berfungsi sebagai hub strategis global yang menjangkau mulai dari Asia, Amerika Latin, hingga Eropa. Ini bukan sekedar perluasan fasilitas produksi melainkan juga merupakan tonggak penting dalam memperluas teknologi dan visi global Dongsung Chemical,” ujar Baek.  (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan