Baca Koran Jambi Ekspres Online

Puluhan Lansia Diduga Keracunan Usai Hadiri Posyandu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Lansia yang masih dirawat di tempat perawatan wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Puluhan warga lanjut usia diduga keracunan setelah mengonsumsi kolak kacang hijau yang diberikan saat posyandu lansia--

litar, 12 Mei 2025 — Suasana akrab dan penuh semangat yang biasanya mewarnai kegiatan posyandu lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, berubah menjadi kepanikan massal. Sedikitnya 58 warga lanjut usia dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengikuti kegiatan posyandu..
Menurut keterangan resmi dari Kepolisian Resor Blitar, kegiatan posyandu lansia yang digelar di Balai Dusun Sidorejo itu diikuti oleh sekitar 57 peserta.

Seperti biasa, acara dimulai dengan senam pagi dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan ringan seperti pengecekan tekanan darah dan berat badan.

Setelah itu, para lansia diberi konsumsi berupa satu bungkus plastik berisi kolak kacang hijau dan dua buah pisang—makanan yang disiapkan oleh kader posyandu.
Beberapa lansia memakan makanan tersebut di lokasi, sementara sebagian lainnya membawanya pulang.

Tidak lama setelah itu, sejumlah lansia mulai mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan tubuh lemas.
“Informasi awal kami terima dari bidan desa yang mendapat laporan adanya gejala massal usai kegiatan,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi.

Para korban segera dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Boro Selorejo, klinik, dan rumah sakit terdekat.
Hingga saat ini, tercatat 22 orang masih menjalani perawatan intensif, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang namun tetap dalam pemantauan medis.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan keracunan massal tersebut. Sejumlah langkah telah ditempuh, termasuk pengambilan sampel makanan untuk dianalisis di laboratorium.
“Dari pemeriksaan awal, gejala muncul sekitar empat jam setelah makanan dikonsumsi. Dugaan kuat mengarah pada kontaminasi bakteri sebagai penyebab utama,” tambah Ipda Putut.
Koordinasi terus dilakukan antara kepolisian, pihak puskesmas, serta pemerintah desa. Warga diminta untuk tetap tenang sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium terkait kandungan makanan yang dikonsumsi para lansia.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan pentingnya kehati-hatian dalam penyajian makanan, khususnya dalam kegiatan yang melibatkan kelompok rentan seperti warga lanjut usia. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan