Baca Koran Jambi Ekspres Online

Golkar Tak Masalah Jika PDIP Gabung Pemerintahan Prabowo

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham ketika di wawancarai awak media usai mengikuti acara konsolidasi dinternal partai beberapa waktu lalu. --

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO- Presiden Prabowo Subianto dikabarkan rindu dengan nasi goreng buatan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ucapan ini menimbulkan spekulasi baru mengenai kemungkinan ajakan bagi PDIP bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

Menanggapi isu ini, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan jika PDIP memutuskan untuk masuk dalam koalisi pemerintahan.

"Nah ini-ini saya ingin kembali ya. Jadi pastikan ada pertanyaan. Bagaimana misalkan kalau PDIP apakah tetap di luar atau ada di dalam? Nah bagi Partai Golkar itu kan ini kan hak masing-masing partai," kata Idrus.

Menurut Idrus, bergabung atau tidaknya PDIP ke dalam Kabinet Merah Putih merupakan hak politik yang sepenuhnya berada di tangan partai berlambang banteng tersebut. 

Ia menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah menyampaikan bahwa pihaknya membuka pintu bagi siapa pun yang ingin memperkuat barisan pemerintahan.

“PDIP yang dipimpin oleh Ibu Mega mau bergabung secara formal dengan Koalisi Indonesia Maju atau tidak, itu kan haknya,” tegasnya.

Idrus menambahkan, apabila PDIP memang ingin bergabung, itu justru menjadi hal yang baik bagi stabilitas pemerintahan.

“Dan alhamdulillah kenapa? Karena ini kan sudah satu pisi nih. Di dalam pertumbuhan pertama sudah satu pisi dengan Pak Prabowo. Artinya kalau mau masuk ya kan enggak ada masalah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Idrus menyatakan bahwa Golkar sama sekali tidak memiliki keberatan jika PDIP secara resmi menjadi bagian dari pemerintahan.

“Dan bagi Partai Golkar ya enggak ada masalah. Dan alhamdulillah artinya kita sudah dalam satu rumah besar. Tentu komunikasi-komunikasi teknis kalau sudah di dalam sama-sama itu jauh lebih mudah dan jauh lebih efektif ketimbang ada di luar misalkan secara formal ya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kesamaan visi antara PDIP dan Prabowo bisa menjadi fondasi kuat untuk memperkuat kolaborasi membangun bangsa. 

“Ya kenapa saya katakan secara formal? Karena pisi-pisinya kan sudah sama dengan Pak Prabowo tadi. Nah sehingga dengan demikian Pak Mahlil ya beberapakah ada kesempatannya ya kita malah mendukung,” tuturnya.

Lebih lanjut, Idrus menekankan jika PDIP bergabung, maka tanggung jawab untuk merawat rumah besar Indonesia bisa dilakukan secara bersama-sama.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan