HEBOH! Penemuan Beras yang Diduga Plastik di Batanghari
PANGAN: Tinjauan Tim Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi di Desa Koto Boyo Terkait Heboh Beras Plastik.--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Dinas Ketahanan Pangan (Hanpan) Provinsi Jambi bersama Dinas Hanpan Kabupaten Batanghari memastikan bahwa beras yang diduga plastik oleh warga di Kecamatan Koto Boyo, Kabupaten Batanghari, merupakan beras asli.
Kepastian tersebut disampaikan usai tim melakukan pemeriksaan langsung ke rumah pelapor dan menilai secara fisik bahwa beras tersebut dapat dipatahkan, digigit, dan dihancurkan—berbeda dengan karakteristik plastik yang keras dan elastis.
"Kami sudah meninjau langsung ke lokasi pada Senin (29/5). Berdasarkan pemeriksaan lapangan, beras tersebut asli, bukan beras plastik atau sintetis," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Ismed Wijaya, pada Rabu (21/5/2025).
Ismed menyebut, beras yang dimaksud adalah beras premium merek Rambe, diproduksi oleh PT. Bumi Asian Agra di Kota Jambi. Laporan awal disampaikan oleh seorang warga bernama Lilis Suryani, yang menemukan sekitar 100 butir beras dalam kemasan 1 kilogram yang ia duga sebagai plastik.
BACA JUGA:Bupati Monadi Targetkan Surplus 100 Ribu Ton Beras, Kerinci Siap Jadi Pilar Ketahanan Pangan Jambi
BACA JUGA:SAH Bangga Era Prabowo Produksi Beras dan Jagung Tertinggi Sepanjang Sejarah
Namun, saat dilakukan pemeriksaan di rumahnya, Lilis tidak lagi menyatakan bahwa beras tersebut plastik.
"Beras itu kemungkinan merupakan campuran dari jenis lain, karena saat proses penggilingan bisa saja tercampur sisa-sisa dari merek atau jenis lain. Tekstur dan bentuknya pun tidak seragam," jelas Ismed.
Meski demikian, untuk memastikan secara ilmiah, Dinas Hanpan telah mengirimkan sampel beras tersebut ke Laboratorium Saraswati di Bogor. Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam waktu 14 hari.
Sementara itu, distribusi beras merek Rambe tetap berjalan normal di pasaran. Tidak ada penarikan produk dari minimarket atau pengecer. (*)