Disperindag Sarolangun Temukan Peredaran Beras Oplosan di Sejumlah Swalayan
Sekretaris Disperindagkop-UMKM Kabupaten Sarolangun, Imron, S.STP--
SAROLANGUN, JAMBIEKSPRES.CO– Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Kabupaten Sarolangun menindaklanjuti temuan Kementerian Perdagangan terkait 26 merek beras oplosan yang diduga beredar di berbagai daerah.
Tim dari Disperindagkop-UMKM Sarolangun langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap peredaran beras bermasalah tersebut.
Menurut Sekretaris Disperindagkop-UMKM Kabupaten Sarolangun, Imron, S.STP, sejumlah merek beras yang sebelumnya ditemukan di tingkat provinsi, ternyata juga telah beredar luas di wilayah Sarolangun, terutama di beberapa swalayan modern, seperti Alfamart dan Indomaret.
“Kami sudah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah swalayan dan grosir. Dari beberapa merek yang terdeteksi di provinsi, ada empat merek yang kami temukan beredar di Kabupaten Sarolangun,” kata Imron, Rabu (24/7).
Tim yang ditugaskan juga melakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak hanya pada merek dan kemasan, tetapi juga menimbang ulang berat beras dalam karung, serta menilai kualitas fisik beras secara langsung.
Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah produk yang dijual sesuai dengan label “premium” atau “platinum” yang tercantum di kemasan.
“Berdasarkan informasi dari provinsi, ditemukan adanya praktik pengoplosan, yaitu beras biasa dikemas ulang dan dipasarkan dengan label premium atau bahkan platinum. Ini jelas merugikan konsumen,” tegas Imron.
Empat merek beras yang disebutkan beredar di Sarolangun dan diduga termasuk dalam daftar beras oplosan antara lain: Sania Platinum, Sania Premium, Raja Platinum, dan Raja Premium. Merek-merek ini terpantau dijual secara bebas di sejumlah ritel modern.
Imron menegaskan bahwa langkah pemeriksaan ini merupakan bentuk pengawasan rutin sekaligus pencegahan agar produk pangan yang beredar di Sarolangun tetap aman dan sesuai standar.
Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya merek lain yang akan ditemukan dalam pemeriksaan lanjutan.
“Untuk saat ini, baru empat merek tersebut yang kami temukan. Namun tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah, karena pendistribusian beras bermasalah ini cukup luas. Kami akan terus awasi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Disperindagkop-UMKM mengimbau masyarakat untuk lebih cermat saat membeli beras kemasan.
Jika menemukan kejanggalan pada kualitas atau berat produk, masyarakat diharapkan melapor ke dinas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti. (*)