Baca Koran Jambi Ekspres Online

Berbentuk Segi Delapan, Dibangun Pada Era Dinasti Tang

PAGODA: Pagoda Bukit (Bao Ta Shan), sebuah bangunan yang bukan sekadar menjadi ikon religi umat Budha tapi juga menjadi simbol dari semangat revolusi China. --

Bao Ta Shan, Simbol Revolusi China di Bukit Yan'an

Di salah satu puncak bukit loess itu, tampak satu pagoda yang menjulang dengan gagah. Itu adalah Pagoda Bukit atau warga setempat menyebutnya dengan Bao Ta Shan, sebuah bangunan yang bukan sekedar ikon religi umat Budha tapi juga menjadi simbol dari semangat revolusi China.

 

TANAH  loess berwarna kekuningan yang berusia lebih dari ribuan tahun berubah menjadi bukit-bukit kapur di tengah bentang alam yang kering di kota Yan'an, provinsi Shaanxi di wilayah barat laut China.

Di salah satu puncak bukit loess itu, tampak satu pagoda yang menjulang dengan gagah. Itu adalah Pagoda Bukit atau warga setempat menyebutnya dengan Bao Ta Shan, sebuah bangunan yang bukan sekedar ikon religi umat Budha tapi juga menjadi simbol dari semangat revolusi China.

Situs ini menyimpan banyak lapisan sejarah yang menjadikannya sebagai simbol dari jiwa revolusi China sekaligus magnet bagi para pelancong lokal dan mancanegara.

Bangunan yang menjadi ikon kota Yan'an ini menyerupai monumen berbentuk segi delapan dengan tinggi 44 meter. Dibangun pada era Dinasti Tang (618 - 907 Masehi), bangunan yang terbuat dari bata merah ini mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrim pegunungan, perang, dan pergantian zaman.

Bao Ta Shan menjadi saksi bisu kelahiran dan keruntuhan berbagai dinasti.

Ketahanan bangunan ini seolah menjadi lambang keteguhan, yang diyakini masyarakat China memiliki nilai yang selaras dengan semangat revolusi modern bangsa itu.

Simbol spiritual revolusi China

Pagoda ini awalnya memang digunakan murni sebagai pusat kegiatan spiritual umat Budha di Yan'an. Lokasinya yang berada di bukit tertinggi di kota itu menjadi penanda visual sekaligus ikon kota.

Namun pada awal abad ke-20, peran Bao Ta Shan mengalami transformasi yang dramatis dan signifikan khususnya selama "Periode Yan'an" atau munculnya gerakan revolusioner kaum muda yang menuntut kemerdekaan, adanya persamaan, dan gigihnya perjuangan.

Pada 1935 kota Yan'an menjadi pusat perjuangan revolusioner Partai Komunis China (PKC) melawan Jepang dan kemudian pasukan Kuomintang. Bao Ta Shan berada di puncak bukit Yan'an kemudian menjadi penanda geografis dan simbol visual yang ikonik dari basis baru PKC, karena bangunan itu dapat dilihat dari segala penjuru.

Di tengah blokade musuh dan kondisi hidup yang sangat sulit di pedesaan Shaanxi, Bao Ta Shan yang tegak berdiri di puncak bukit menjadi sumber inspirasi bagi para pejuang revolusi dan rakyat biasa.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan