Asupan Nutrisi Seimbang bagi Ibu Hamil Dapat Kurangi Risiko Stunting pada Anak
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamalaputi Sumba Timur 2--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K), menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang bagi ibu hamil guna mengurangi risiko stunting pada anak.
Menurutnya, selain faktor ekonomi dan lingkungan, paparan asap rokok juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan pertumbuhan pada janin.
“Ibu hamil yang terpapar asap rokok dapat mengalami peningkatan risiko stunting pada janin. Namun, asupan nutrisi yang baik dan mencukupi dapat membantu meminimalkan dampak negatif dari paparan tersebut,” ujar dr. Darmawan saat ditemui ANTARA di Jakarta
Dokter yang juga merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, ibu hamil perlu memperbanyak konsumsi makanan bergizi tinggi seperti buah-buahan dan sayuran yang kaya akan antioksidan, vitamin C, serta vitamin E.
Zat-zat tersebut berperan dalam menangkal radikal bebas dan membantu melindungi sel-sel janin dari kerusakan akibat bahan beracun dalam asap rokok.
Selain itu, asupan omega-3 juga sangat penting untuk mendukung perkembangan otak dan penglihatan janin. Nutrisi ini dapat diperoleh dari ikan laut seperti salmon dan sarden, serta dari telur dan daging yang kaya protein.
“Sumber makanan lain seperti sereal dan kacang-kacangan juga perlu dikonsumsi karena kaya akan serat dan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan janin,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Darmawan merekomendasikan penggunaan suplemen tertentu bagi ibu hamil, tentunya atas rekomendasi dokter.
Asam folat, misalnya, sangat penting dalam mencegah cacat tabung saraf serta mendukung tumbuh kembang janin secara menyeluruh.
Zat besi juga dibutuhkan untuk mencegah anemia, yang bisa berdampak buruk pada pertumbuhan janin.
“Selain itu, kalsium dan vitamin D sangat penting untuk perkembangan tulang dan gigi janin. Sementara vitamin C dan E membantu memperkuat daya tahan tubuh ibu dan janin serta melindungi dari paparan racun seperti yang terdapat dalam asap rokok,” jelasnya.
Namun demikian, dr. Darmawan menegaskan bahwa suplemen tidak dapat sepenuhnya menggantikan gaya hidup sehat. Ia mengingatkan pentingnya menjauhkan diri dari sumber paparan asap rokok, baik secara langsung maupun tidak langsung, guna menjaga kehamilan tetap sehat.
“Prioritas utama tetap pada penghentian paparan asap rokok serta penerapan pola hidup sehat secara menyeluruh. Konsultasi rutin dengan dokter atau ahli gizi juga sangat penting agar kebutuhan nutrisi selama kehamilan terpenuhi dengan baik,” tutupnya.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5 persen.
Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka ini masih tergolong tinggi dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam mencapai target penurunan stunting nasional menjadi 14 persen pada 2024.
Faktor-faktor seperti pola makan tidak seimbang, sanitasi buruk, serta kebiasaan merokok di lingkungan rumah turut berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting.
Oleh karena itu, upaya edukasi kepada calon ibu dan keluarga menjadi langkah strategis dalam memutus rantai masalah gizi kronis ini. (*)