Mulai Beroperasi Tahun 1895, Trem Listrik Tertua di Eropa
TREM TUA: Trem tua dari tahun 1895 beroperasi kembali selama liburan musim panas di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. FOTO: ANTARA/YASHINTA DIFA --
Menjajal Trem ‘Nostalgia’ di Ibu Kota Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina
Lokomotif berbentuk persegi panjang itu memiliki satu pintu di depan, dan satu di belakang. Pintu belakang dijaga oleh kondektur yang bertugas melayani penjualan tiket dan naik turunnya penumpang, sementara di depan terdapat masinis yang mengoperasikan trem, serta seorang asistennya. Ketiganya adalah laki-laki yang kompak memakai kaos putih berkerah.
---
PADA suatu pagi musim panas bulan Juli, sebuah lokomotif kecil melintas di sepanjang Zmaja od Bosne, salah satu jalan utama di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina.
Kehadiran trem berwarna hijau tua dengan ornamen kayu itu menjadi daya tarik baru, bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga masyarakat setempat.
Ketika tiba di Halte Marijin Dvor, tampak beberapa orang berniat naik trem tersebut, tetapi kemudian urung setelah kondektur memberi tahu mereka harga tiketnya.
BACA JUGA:Tiket Kereta Jarak Jauh Bisa Dipesan 30 Menit Jelang Berangkat
BACA JUGA:Apartemen Kereta
Benar saja, saat ANTARA hendak naik, pria paruh baya yang adalah kondektur menginformasikan harga tiket 10 KM (sekitar Rp97 ribu) untuk sekali jalan. Harga tersebut terbilang sangat mahal dibandingkan harga tiket untuk trem biasa, yakni 2,20 KM (sekitar Rp21 ribu).
Setelah membayar dengan mata uang setempat, ANTARA dipersilakan naik ke trem tua yang hanya terdiri dari satu lokomotif.
Di dalamnya, kesan vintage langsung terasa dari atap, lantai, dan bangku panjang untuk penumpang yang semuanya terbuat dari kayu.
Kepada ANTARA, si kondektur menjelaskan bahwa lokomotif yang mulai beroperasi pada 1895 itu merupakan trem listrik tertua di Eropa, bahkan lebih tua daripada yang ada di Wina, Austria.
Selama musim panas tahun ini —yang merupakan masa liburan bagi sebagian besar warga Eropa— trem tua itu kembali beroperasi untuk menarik perhatian masyarakat setempat juga wisatawan.
Ke Masa Lalu