Baca Koran Jambi Ekspres Online

Prioritaskan Perbaikan UKS untuk Dukung Layanan Kesehatan Siswa

Mendikdasmen Abdul Mu'ti --

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa perbaikan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi salah satu fokus utama dalam program revitalisasi satuan pendidikan.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa revitalisasi UKS penting sebagai bagian dari dukungan terhadap program-program strategis Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik.
“Yang tidak kalah penting adalah UKS, karena ini mendukung program Makan Bergizi Gratis. Kami di Kemendikdasmen mendapat tugas untuk memastikan anak-anak menerima pendampingan, baik dalam edukasi gizi, pola hidup sehat, maupun pemantauan perkembangan kesehatan,” ujar Gogot di Jakarta, Senin (28/7).
Ia menjelaskan bahwa seluruh siswa nantinya akan menerima layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Oleh karena itu, ketersediaan ruang UKS yang layak menjadi sangat penting agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal di lingkungan sekolah.

Menurutnya, ruang UKS harus mampu menunjang fungsi pelayanan kesehatan dasar, edukasi, dan pemantauan tumbuh kembang siswa secara rutin.
Selain perbaikan UKS, Kemendikdasmen juga menetapkan pembangunan dan rehabilitasi toilet sebagai prioritas dalam program revitalisasi.

Hal ini merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024, yang menekankan bahwa tidak boleh ada sekolah di Indonesia yang tidak memiliki toilet.

Pemerintah menilai ketersediaan toilet yang memadai adalah bagian dari upaya membentuk budaya hidup bersih dan sehat sejak dini.
Pemerintah juga mengintegrasikan program revitalisasi satuan pendidikan dengan agenda transformasi pendidikan nasional.

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025, Presiden Prabowo bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meluncurkan empat prioritas utama pembangunan pendidikan, yaitu pembangunan dan renovasi 10.440 sekolah, digitalisasi pendidikan melalui pengadaan smart board, bantuan kuliah bagi guru, serta bantuan untuk guru honorer.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, mulai tahun 2025, pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh sekolah.

Dengan pendekatan ini, sekolah diberi keleluasaan dalam mengidentifikasi kebutuhan prioritas dan melaksanakan pembangunan secara langsung dengan pendampingan dari dinas terkait.

Menteri Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa penguatan tata kelola dan partisipasi masyarakat menjadi prinsip utama dalam swakelola tersebut.
Kemendikdasmen juga menggandeng pemangku kepentingan lain, termasuk pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, untuk mendukung pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis di sekolah.

Pelibatan tenaga kesehatan lokal diharapkan dapat memperkuat fungsi UKS sebagai pusat layanan kesehatan dasar dan edukasi gaya hidup sehat bagi siswa.
Program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dari warga sekolah terhadap fasilitas yang dibangun.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan tata kelola yang baik, pemerintah optimistis target pembangunan pendidikan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan dapat tercapai. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan