Baca Koran Jambi Ekspres Online

1.470 Hektare Sawah di Sungai Penuh Tak Bisa Digarap Akibat Genangan Air

Sawah di Kecamatan Kumun-Debai, masih terendam air.--

SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO– Sebanyak 1.470 hektare lahan persawahan di Kota Sungai Penuh tidak dapat digarap akibat masih tergenang air pascabanjir besar yang terjadi pada 2024. Kondisi ini memaksa para petani menunda musim tanam tahun ini.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menjelaskan bahwa lahan terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Kumun Debai, Hamparan Rawang, dan Tanah Kampung.

"Sebanyak 1.470 hektare sawah milik warga belum bisa digarap karena masih tergenang air. Ini adalah dampak lanjutan dari banjir besar tahun lalu," kata Alfin, Senin (28/7).

Meski demikian, saat ini masih ada sekitar 2.030 hektare lahan sawah yang tetap bisa digarap. Total luas persawahan di Kota Sungai Penuh sendiri mencapai 3.500 hektare.

Untuk menangani persoalan tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), guna mendorong upaya normalisasi sungai yang menjadi penyebab utama genangan air.

"Ini adalah persoalan serius bagi petani. Kami terus memperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat agar petani bisa kembali beraktivitas dan tidak merugi. Kami juga konsisten mendorong program normalisasi sungai bersama Pemerintah Provinsi Jambi," ujar Alfin.

Pemerintah berharap dukungan dari kementerian terkait dapat segera terealisasi agar aktivitas pertanian bisa kembali berjalan normal dan risiko banjir berkurang di masa mendatang. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan