Siswa SLB Sri Soedewi Raih Medali Perak di Ajang Tata Boga Internasional
Kemendikdasmen di Jakarta pada Selasa (29/7/2025) mengumumkan prestasi delapan murid berkebutuhan khusus di ajang tata boga tingkat internasional, The 14th Salon Culinaire 2025. --
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO-Delapan siswa berkebutuhan khusus dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang kompetisi tata boga internasional The 14th Salon Culinaire 2025.
Dalam kompetisi yang berlangsung di luar negeri tersebut, para wakil Indonesia berhasil meraih tujuh medali perak, satu medali perunggu, serta satu penghargaan spesial “The Highest Score - Class 01 Fondant Cake Figures”. Salah satunya Rizki Ramadan siswa SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, Kota Jambi berhasil meraih Medali Perak.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui siaran pers yang dirilis di Jakarta pada Selasa (29/7), mengumumkan keberhasilan para siswa dalam ajang internasional tersebut.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian siswa-siswi tersebut. Ia menyebut bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi setara dengan peserta umum di panggung internasional.
“Selamat atas prestasi yang diraih oleh adik-adik. Semoga pencapaian ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak-anak Indonesia lainnya, khususnya mereka yang berkebutuhan khusus,” ujar Irene dalam pernyataannya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan tim pembina yang telah mendampingi dan membina para siswa selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Terima kasih kepada tim pembina dan guru pendamping yang telah bekerja keras membimbing anak-anak hingga mereka mampu meraih prestasi di ajang The 14th Salon Culinaire,” tambahnya.
Menurut Irene, seluruh prestasi siswa akan dicatat secara resmi dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), yaitu pangkalan data nasional untuk pemantauan dan pengembangan talenta pelajar di Indonesia.
Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi bagian dari jejak prestasi yang terdokumentasi dengan baik dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pendidikan ke depan.
Ketujuh medali perak diraih oleh Mawaddah Warahmah dari SLB Negeri Kandangan Kalimantan Selatan, Desta Fais Kurniawan dari SLB Harmoni Jawa Timur, Rizki Ramadan dari SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan Kota Jambi, Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana Jawa Barat, Faracya Kaila dari SLB Negeri Pembina Palembang Sumatera Selatan, Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang Sumatera Barat, serta I Made Ardika dari SLB Negeri 1 Badung Bali.
Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Diandra Ratih Livya dari SLB Negeri 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Mawaddah Warahmah juga meraih penghargaan “The Highest Score - Class 01 Fondant Cake Figures” berkat karyanya yang dinilai terbaik dalam kategori tersebut.
Sebelum bertanding di ajang internasional, kedelapan siswa telah menjalani pembinaan intensif selama tiga tahap yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional. Pembinaan ini meliputi pelatihan teknik memasak, kreativitas dalam penyajian, serta penguatan mental bertanding.
Koordinator Pembina, Ucu Sawitri, menjelaskan bahwa para siswa menunjukkan semangat juang tinggi dan bersaing langsung dengan peserta dari berbagai negara, termasuk chef profesional, siswa perhotelan, dan praktisi industri kuliner.
“Anak-anak meraih prestasi yang luar biasa karena mereka bersaing dengan chef profesional dan peserta dari industri kuliner. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka ke depannya,” kata Ucu.