Baca Koran Jambi Ekspres Online

Dinas Pendidikan Tanjabtim Pastikan Angka Putus Sekolah Kurang dari 100 Orang

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin--

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO-Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memastikan bahwa angka putus sekolah di wilayahnya tidak sebanyak yang dikhawatirkan sebelumnya.

Setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan, jumlah siswa yang benar-benar mengalami putus sekolah tercatat kurang dari 100 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, menjelaskan bahwa angka 3.000 siswa yang sempat beredar sebelumnya bersumber dari sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Namun, data tersebut dinilainya belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan, terutama karena belum terintegrasi dengan lembaga pendidikan non-formal dan keagamaan.

“Setelah kami telusuri langsung di lapangan, banyak anak yang sebenarnya masih bersekolah, tetapi tidak tercatat di Dapodik. Misalnya, mereka yang melanjutkan pendidikan di pondok pesantren atau yang pindah ke luar daerah,” jelas Syafaruddin saat ditemui di kantornya, Rabu (30/7).

Ia menambahkan bahwa ketidaksesuaian antara data sistem dan kondisi faktual di lapangan menjadi perhatian serius pihaknya.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Tanjabtim akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Kementerian Agama, guna memastikan keakuratan data pendidikan di wilayahnya.

“Kami akan membangun sinergi dengan pemerintah provinsi dan juga menggandeng Kementerian Agama agar data pendidikan lebih valid dan mencerminkan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syafaruddin menegaskan bahwa hasil verifikasi menunjukkan tingkat putus sekolah di Tanjabtim tergolong rendah dan jauh dari angka ribuan yang sempat ramai dibicarakan publik.

Ia memastikan pihaknya akan terus melakukan pembaruan dan perbaikan dalam sistem pendataan agar pengambilan kebijakan di bidang pendidikan dapat berbasis pada data yang akurat dan mutakhir.

“Kami terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan dalam hal pendataan secara berkala. Data yang akurat akan sangat menentukan arah kebijakan pendidikan yang tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa melalui kerja sama lintas sektor, angka putus sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dapat ditekan hingga seminimal mungkin, bahkan ditargetkan mendekati nol kasus.

“Dengan keterlibatan semua pihak, kami yakin angka putus sekolah di Tanjabtim dapat ditekan dan ke depan bahkan bisa diupayakan tidak ada sama sekali,” pungkas Syafaruddin. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan