Bupati Bungo Dedy Putra Resmi Luncurkan Program Sawit Rakyat (Prowitra)
Bupati Bungo didampingi Wakil Bupati Bungo dan Kadis TPHB Bungo resmi melaunching Prowitra di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII.--
MUARABUNGO, JAMBIEKSPRES.CO-Bupati Bungo H. Dedy Putra secara resmi meluncurkan Program Sawit Rakyat (Prowitra), sebagai bentuk realisasi janji politiknya dalam mendukung petani sawit lokal.
Peluncuran program ini ditandai dengan penanaman perdana bibit sawit di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Selasa (29/7).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHB) Kabupaten Bungo Muhammad Hasbi, sejumlah undangan, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Dedy Putra menyampaikan bahwa Prowitra dirancang sebagai program unggulan untuk mendorong peningkatan ekonomi petani, khususnya petani kecil yang memiliki lahan terbatas.
Melalui program ini, pemerintah daerah memberikan bibit sawit unggul secara gratis kepada petani, lengkap dengan pupuk dasar dan fasilitas pembukaan lahan menggunakan alat berat milik pemerintah.
“Alhamdulillah, hari ini kita resmi meluncurkan Program Sawit Rakyat. Sebanyak 30.000 bibit sawit unggul kita bagikan secara gratis kepada petani, disertai dengan pupuk dasar dan fasilitas alat berat untuk membuka lahan. Tahap berikutnya adalah steking bibit untuk lahan tambahan,” ujar Dedy Putra.
Ia menambahkan, selama ini banyak petani kesulitan mengakses bibit sawit unggul karena harga pasar yang cukup tinggi, yakni sekitar Rp55.000 per batang.
Melalui Prowitra, petani yang hanya memiliki 1 hingga 2 hektare lahan tetap bisa memulai usaha perkebunan sawit secara mandiri.
Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa meskipun alat berat disediakan oleh pemerintah, biaya bahan bakar untuk operasional alat berat tersebut tetap menjadi tanggung jawab petani penerima manfaat.
“Kami bantu dengan bibit dan alat berat, tapi petani tetap bertanggung jawab atas bahan bakar. Ini bentuk kolaborasi bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHB Kabupaten Bungo, Muhammad Hasbi, menjelaskan bahwa peluncuran perdana program dilakukan di lahan seluas satu hektare dengan penanaman 150 batang bibit sawit jenis Tnt Satu asal Batam.
Bibit tersebut berusia 12 bulan dan telah melalui proses seleksi kualitas.
“Pada launching ini, secara simbolis bibit diserahkan kepada 10 orang petani perwakilan. Program ini akan dilanjutkan di 11 kecamatan lainnya dengan koordinasi bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” jelas Hasbi.
Pemerintah Kabupaten Bungo berharap, melalui Prowitra, para petani lokal dapat lebih mandiri secara ekonomi serta mampu meningkatkan hasil produksi kelapa sawit secara berkelanjutan.