Tsunami Hantam Hawaii dan Jepang Pasca Gempa Rusia, TNI AL Evakuasi Warga Pesisir
Petugas memonitoring sistem pendeteksian gempa bumi dan peringatan dini tsunami (InaTEWS) di Kantor BMKG Pusat--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO-Gelombang tsunami pasca gempa bumi kuat yang terjadi di Kamchatka, Rusia, telah menghantam pesisir negara bagian Hawaii, Amerika Serikat.
US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional ANOAA) pada Rabu, menyatakan gelombang tsunami saat ini tengah berdampak pada wilayah Hawaii, dan menyerukan tindakan segera untuk melindungi nyawa serta harta benda.
Sebelumnya, US Coast Guard (USCG) atau Penjaga Pantai Amerika Serikat telah memerintahkan semua kapal komersial yang berada di pelabuhan-pelabuhan Hawaii untuk segera meninggalkan area tersebut, menyusul ancaman tsunami setelah gempa kuat terjadi di lepas pantai Semenanjung Kamchatka.
“Kapten Pelabuhan Honolulu dari USCG telah mengeluarkan perintah kepada semua kapal komersial untuk mengevakuasi seluruh pelabuhan komersial di negara bagian Hawaii. Semua pelabuhan ditutup untuk lalu lintas kapal masuk,” demikian pernyataan USCG melalui platform X.
Gempa bumi berkekuatan 8,8 mengguncang lepas pantai Kamchatka, menjadikannya gempa terkuat di wilayah tersebut sejak tahun 1952.
Pemerintah Wilayah Sakhalin menyatakan bahwa status darurat telah diberlakukan di Distrik Severo-Kurilsky sebagai dampak dari gempa dan tsunami tersebut.
Tak hanya di Hawaii, sebagian besar wilayah pesisir Pasifik Jepang dilanda gelombang tsunami setinggi 60 sentimeter, Rabu setelah gempa bermagnitudo 8,8 melanda Semenanjung Kamchatka Rusia pada pagi hari. Badan Meteorologi Jepang tetap mempertahankan peringatan evakuasi.
Peringatan tersebut, yang mencakup wilayah yang membentang dari Hokkaido di Jepang utara hingga Prefektur Wakayama di barat, membuat transportasi kereta api, jalan raya, dan udara di sepanjang pantai terganggu dan menyebabkan operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh menghentikan pembuangan air limbah radioaktif yang telah diolah ke Samudra Pasifik.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan gelombang tsunami setinggi 3 meter. Gelombang tertinggi yang terdeteksi sejauh ini adalah gelombang setinggi 60 cm yang tiba setelah pukul 13.00 di kota Hamanaka di Hokkaido, Jepang utara, dan Pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate.
Gelombang setinggi 20 cm juga mencapai distrik tepi laut Harumi di Tokyo, menurut badan tersebut.
Selain itu, gelombang tsunami juga terpantau di Prefektur Aichi, Jepang bagian tengah, serta Prefektur Kagoshima dan Miyazaki di barat daya dan Okinawa di selatan.
Peringatan tsunami, yang juga mencakup Kepulauan Ogasawara di selatan Tokyo, kemungkinan akan tetap berlaku sepanjang hari, kata badan tersebut.
"Paling tidak, kami memperkirakan gelombang tsunami akan tetap tinggi selama sekitar satu hari," kata seorang pejabat dalam konferensi pers sore harinya.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba berjanji untuk mengambil semua langkah yang memungkinkan guna memastikan keselamatan publik, memerintahkan kementerian dan lembaga untuk mengurangi kerusakan akibat tsunami.