Pantau Desa Gambut Jaya, Menteri LH Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla, Empat Tersangka Sudah Diamankan
Warga mengendarai sepeda motor menembus jalan yang terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Rabu (30/7/2025). Dampak asap kebakaran telah dirasakan hingga ke pemukiman warga, utamanya --
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO-Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa seluruh kasus pelanggaran Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) termasuk di Provinsi Jambi akan diusut tuntas dan minta pihak Kepolisian daerah bersama Tim KLH bisa mengungkapnya.
“Sesuai dengan Inpres Nomor 23 tahun 2020, bahwa saya diamanatkan untuk melakukan penegakan hukum terkait pelanggaran kerusakan lingkungan,” kata Hanif Faisol Nurofiq, usai meninjau lewat udara lahan yang terbakar di Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu.
Dia mengatakan untuk meyakinkan adanya hotspot di Provinsi Jambi maka pihaknya bersama Kepala BNPB Suharyanto dan BMKG Dwikorita Karnawati serta Gubernur Jambi Al Haris, Danrem Brigjen TNI Heri Purwanto maupun Kapolda Irjen Pol Krisno H Siregar meninjau dan melihat langsung lewat udara guna memastikan titik api.
“Secara umum tadi hasil pantauan udara terlihat masih ada satu lokasi yang mengeluarkan asap di Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi namun apinya sudah padam atau masa pendinginan lokasi yang terbakar,” katanya.
Tetapi dilihat dari karakternya memang dari sifat pengelolaan tanahnya mirip dengan lahan perkebunan dan tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) segera melakukan pendalaman lebih lanjut atas kasus itu karena disana ada tampak kerusakan lingkungan sehingga cukup bukti dan bisa dikenakan persengketaan lingkungan hidup.
“Tim KLH sedang berada di lokasi dan mendalaminya sesuai dengan amanah dalam Inpres Nomor 23 tahun 2020 bahwa Presiden memerintahkan kepada saya untuk mengaktifkan segala penengakkan hukum secara maksimal terkait pelanggaran di Jambi karena ini menjadi konsentrasi kita dałam penanganan nya,” tegas Hanif Faisol Nurofiq.
Diungkapkan Hanif total luasan Karhutla Indonesia saat ini sudah 5 ribuan hektare. "Kalau kita compare kita perbandingkan dengan jumlah kebakaran hari ini maka Jambi menyumbang 10 persen," sebutnya.
Terkait kabut atau asap lintas batas negara ini bukan masalah sepele, tetapi masalah kredibilitas negara kita, sehingga meskipun Jambi tidak terlalu dekat dengan negara tetangga, tetapi potensi itu ada sehingga perlu diantisipasi lebih awal.
Menteri LH juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Satgas Karhutla Jambi yang telah bekerja keras dan berjibaku melakukan pemadaman api di Desa Gambit Jaya baik melalui darat maupun lewat udara dengan menggunakan pesawat waterbombing.
Dia juga memastikan untuk kasus karhutla di Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi sudah bisa ditangani dan hasil pantuan udara tadi terlihat kawasan yang terbakar itu belum masuk dałam kawasan hutan taman nasional Berbak.
Untuk Jambi disebutkan Menteri bahwa penanganan karhutla sudah cukup baik dimana tampak dari udara bahwa di daerah gambut sudah cukup banyak kanal kanal untuk menampung air sehingga ketika masuk musim kering maka air dikanal terserap sehingga lahan gambut tidak terlalu kering serta tidak mudah terbakar.
Namun khusus di Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, Menteri LH mengatakan lahan yang terbakar itu pasti ada yang membakarnya dan minta Kepolisian Jambi akan menanganinya dengan profesional dan bisa mengungkap nya bersama.
“Saya apresiasi tim Satgas Karhutla Jambi yang sudah dengan serius dalam menanggani kasus karhutla di Desa Gambit Jaya tersebut dan kami sebagai mandat dalam Inpres tersebut akan melaporkannya kepada Presiden,” katanya.
Sementara itu Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H Siregar juga menegaskan bahwa kepolisian tetap komitmen dalam menegakkan hukum dalam kasus karhutla di Provinsi Jambi dan dirinya sudah minta Direktur Reserse Kriminal Khusus untuk serius menanangani kasus itu sampai tuntas dan tidak pandang siapa pelakunya.