Baca Koran Jambi Ekspres Online

Kemdiktisaintek Tegaskan Larangan Perploncoan dalam PKKMB di Seluruh Kampus

Sebanyak 9.989 mahasiswa baru Universitas Negeri Medan (Unimed) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025.--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan larangan keras terhadap praktik perploncoan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Penegasan ini disampaikan guna memastikan kegiatan PKKMB berlangsung secara edukatif, aman, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menyampaikan bahwa PKKMB seharusnya menjadi sarana awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia akademik, budaya kampus, serta membangun jaringan sosial yang sehat dan positif.

Ia menegaskan bahwa praktik perploncoan—baik dalam bentuk kekerasan fisik, tekanan mental, ejekan, maupun penghinaan—tidak hanya bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan, tetapi juga dapat merusak proses pembelajaran mahasiswa sejak awal.

“Kita berharap PKKMB tahun ini jauh dari hal-hal yang mengancam keselamatan dan kenyamanan adik-adik mahasiswa. Kita menuju lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan jauh dari diskriminasi. Praktik-praktik perploncoan sudah tidak zamannya lagi, dan tidak boleh,” ujar Khairul dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (14/8).

Ia menambahkan bahwa kesan pertama yang dirasakan mahasiswa baru saat memasuki dunia kampus sangat memengaruhi motivasi dan semangat belajar mereka.

Oleh karena itu, pelaksanaan PKKMB harus benar-benar diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa yang memiliki integritas, empati, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan menciptakan atmosfer positif sejak awal, mahasiswa akan merasa dihargai dan lebih siap menjalani proses akademik.

Lebih lanjut, Khairul menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB tahun ini menjadi sangat krusial, mengingat jutaan mahasiswa baru akan memulai pendidikan tinggi mereka di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, cara kampus menyambut mahasiswa baru akan menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang berkualitas, baik secara akademis maupun sosial.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pelaksanaan PKKMB.

Ia menyebut bahwa tradisi “menggodok” mahasiswa baru melalui kegiatan fisik yang berat, pelecehan verbal, atau tindakan yang merendahkan martabat harus dihentikan.

Menurutnya, pendekatan seperti itu tidak memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan bahkan berpotensi menimbulkan trauma serta menurunkan kepercayaan diri mereka.

“Hal-hal seperti itu sebetulnya tidak lagi bermanfaat. Justru membuat mahasiswa tidak mendapatkan nilai positif, hanya sekadar diplonco atau dikerjai. PKKMB seharusnya menjadi ruang pembinaan awal yang memperkenalkan mahasiswa pada sistem perkuliahan, layanan akademik, organisasi kemahasiswaan, serta etika dalam berinteraksi di lingkungan perguruan tinggi,” kata Beny.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan