Kemenag Tugaskan 98 Guru PAI untuk Mengajar di Sekolah Rakyat
Sejumlah siswa berbincang saat peresmian Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan di Jelupang--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Agama (Kemenag) menugaskan sebanyak 98 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengajar di Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan yang menjadi implementasi AstaCita Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir, menjelaskan bahwa penugasan ini dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di seluruh provinsi.
“Kami bekerja sama dengan Kepala Kanwil Kemenag tingkat provinsi untuk memilih dan merekomendasikan guru PAI yang berada di titik lokasi Sekolah Rakyat,” ujar Munir di Jakarta, Kamis (21/8).
Munir menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata dari AstaCita keempat Presiden Prabowo yang menekankan penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 100 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Para guru PAI yang ditugaskan, lanjut Munir, telah melalui proses seleksi ketat oleh tim asesor yang melibatkan unsur Kemenag, Kemensos, Kemendikdasmen, BNPT, dan BKN.
“Sejak Sekolah Rakyat dimulai pertengahan Juli lalu, sudah ada 98 guru PAI yang terpilih dan siap mengajar. Mereka akan bekerja sama dengan guru mata pelajaran lain serta kepala sekolah dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah ini,” ungkap Munir.
Sebagai bagian dari persiapan mengajar, para guru tersebut mengikuti Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 21–23 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait kurikulum, metode pembelajaran, serta pendekatan interdisipliner yang digunakan di Sekolah Rakyat.
Munir juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang memproses pengusulan tambahan 59 guru PAI, seiring penambahan 59 titik baru Sekolah Rakyat.
“Kemenag terus berupaya memastikan kebutuhan tenaga pendidik terpenuhi, agar Sekolah Rakyat bisa berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi salah satu terobosan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, terutama di wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang terjangkau fasilitas pendidikan formal. (*)