Warga Minta Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan Diperlebar
Jalan Nasional perbatasan Sungai Penuh-Tapan tampak kecil. Warga minta diperlebar.--
KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO– Warga mengeluhkan kondisi jalan nasional penghubung Sungai Penuh–Tapan, tepatnya di kawasan sebelum memasuki Sako, yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Jalan yang sempit dan berada di antara jurang serta tebing itu kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, bahkan menelan korban jiwa.
Menurut warga, sejumlah titik di ruas tersebut sangat berisiko, terutama pada tikungan tajam.
Di salah satu bagian, jalan hanya cukup dilalui satu kendaraan, dengan sisi kiri langsung berbatasan dengan jurang dan sisi kanan berupa tebing curam.
“Sudah banyak kendaraan jatuh ke jurang. Jalannya terlalu sempit, apalagi kalau berpapasan dengan mobil besar. Kami khawatir setiap kali melintas,” ujar seorang warga Sungai Penuh, Minggu (8/9).
Warga meminta pemerintah pusat segera melakukan pelebaran jalan demi menjamin keselamatan pengguna.
Namun, upaya ini terkendala oleh status kawasan yang berada dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan wilayah konservasi di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami sangat berharap KLHK memberikan izin pelebaran jalan ini. Kalau dibiarkan terus, korban akan terus berjatuhan,” tambah warga tersebut.
Jalur Sungai Penuh–Tapan merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sekaligus menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas warga antarprovinsi.
Masyarakat mendesak adanya koordinasi lintas kementerian, khususnya antara Kementerian PUPR, KLHK, dan pemerintah daerah, agar solusi permanen bisa segera diambil. (*)