Merdeka Itu : Bebas Bermimpi dan Berkaya
Hadi Khosabah Ibnu Syaya--
JAMBI – Apa itu kemerdekaan? Ternyata tiga anak muda Jambi ini memaknai kemerdekaan dengan versinya masing-masing. Jambi Ekspres berkesempatan mewawancarai Tania, Tata dan Hadi.
Tata yang bernama lengkap Dwi Junita memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan bermimpi dan berkarya. Cewek kelahiran 2005 ini mengatakan, kini merdeka memang bukan lagi berperang melawan penjajah, namun kemerdekaan adalah kesempatan untuk kita bebas tanpa takut dibatasi, mulai dari pemikiran, mimpi dan kreativitas.
Mahasiswa Universitas Dinamika Bangsa ini juga memaknai kemerdekaan dengan cara sederhana. “Kayak belajar serius, berbuat baik, dan nggak lupa sama sejarah mereka tapi tetap inget tanggung jawab sebagai generasi muda,” lanjut pengguna sepeda motor Yamaha Fazzio warna biru ini.
Tata juga berbagi pengalaman tahun ini semakin memahami makna kemerdekaan ketika diajak bergabung oleh Yamaha Jambi dalam perayaan 17 Agustus tahun 2025. “Yamaha bahkan mengajak kita ke makam pahlawan untuk napak tilas , sungguh itu sesuatu banget bagi aku, merasa menyelam di masa-masa perjuangan, seru,” lanjutnya.
Berbeda dengan Tata, cewek dengan panggilan Nia punya versi sendiri tentang kemerdekaan. Baginya, hidup di zaman kemerdekaan saat ini, tak boleh menghilangkan rasa nasionalisme.
Pemilik Yamaha Filano ini berpendapat, generasi muda wajib memiliki rasa nasionalisme yang kuat agar bisa tetap mencintai tanah air beserta budaya yang ada di dalamnya. Tania – nama lengkap Nia, sangat menyadari, di tengah arus internet yang pesat, hantaman dan gelombang pengaruh luar yang dahsyat, harus ditameng dengan nilai kebudayaan yang kuat.
“Memang tidak mudah hidup sebagai gemerasi kami, saat beranjak remaja kami sudah disuguhi dengan kemudahan internet, apa-apa mudah di akses, bayangkan jika tak kuat didikan orang tua, dan tak kuat keteguhan hati, sungguh ancaman yang kami hadapi,” lanjut penyuka sate kelahiran tahun 2001 ini.
Bagi Nia, jika tertanam nilai budaya dan rasa ke-Indonesia yang kuat, tentu akan jadi kekuatan tambahan agar bisa terhindar dari pengaruh negatif. “Dan momen kemerdekaan, adalah momen yang baik untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita, tak ada salahnya ikut acara kemerdekaan, acara 17san, seru kok, bikin nambah cinta sama negeri sendiri,” lanjut Nia.
Berbeda dengan Tata dan Nia, cowok bernama lengkap Hadi Khosabah Ibnu Syaya yang biasa dipanggil Hadi, memaknai kemerdekaan dengan pandangannya sendiri. Katanya, kemerdekaan adalah kebebasan dalam berfikir serta bebas dalam berinovasi.
Inovasi yang dimaksud Hadi adalah, ketika jarang anak muda mau terlibat dalam perayaan kemerdekaan, dia justri senang bisa terlibat dalam kegiatan HUT RI, meskipun itu hanya bersama teman-teman komunitas.
“Saat merayakan HUT RI bareng teman, kita kan gotong royong, kita menyiapkan waktu khusus untuk menyiapkan segala sesuatunya, ini juga momen yang seru,” kata Hadi. Mungkin bagi sebagian orang, momen seperti ini hanyalah hal sepele, namun hal sepele seperti ini justru memiliki makna.
Merayakan momen kemerdekaan kan hanya sekali setahun, jadi tak salah rasanya jika kita menyiapkan satu hari saja dari 360 hari berjalan, untuk membuat momen-momen berharga, misalnya berkumpul dengan teman untuk melakukan hal seru tema kemerdekaan.
“Ya misalnya lomba mukbang, atau sekedar touring keliling kota naik motor kesayangan Yamaha Aerox, menyaksikan kota yang penuh dengan bendera merah putih, itu juga ada maknanya,” lanjut cowok kelahiran 2006 ini. Ia juga mengingatkan agar semua anak muda di Jambi jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang wonderfull ini. (*)