Kemdiktisaintek Kucurkan Rp110 Miliar untuk Dukung Riset Mahasiswa
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto --
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO— Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) mengalokasikan dana sebesar Rp110 miliar untuk mendanai sejumlah program riset dan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program-program yang menerima pendanaan tersebut meliputi Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM, Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan, serta Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III.
“Ditjen Risbang telah merancang skema agar riset berkualitas tetap dapat berjalan optimal meskipun dengan keterbatasan anggaran. Saya berharap capaian riset yang telah ada bisa terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/9).
Brian menegaskan, pendanaan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas riset nasional, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional, termasuk dalam isu lingkungan seperti pengelolaan sampah.
“Jika hasil riset ini diterapkan di kampus-kampus, perguruan tinggi tak hanya mampu mengelola sampahnya sendiri, tapi juga berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. Dengan begitu, dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Brian.
Direktur Jenderal Risbang, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa program RIKUB memperoleh alokasi dana terbesar, yakni Rp45,4 miliar untuk membiayai 82 proposal riset.
Sementara itu, Program Mahasiswa Berdampak mendapat dana Rp30,1 miliar yang mendukung 263 proposal.
Di bidang pengabdian masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan menerima Rp13,7 miliar untuk 101 proposal dari 67 perguruan tinggi.
Adapun Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III memperoleh Rp34,7 miliar yang mendukung 948 proposal dari 434 perguruan tinggi.
“Melalui program-program ini, kami berharap riset dan inovasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ucap Fauzan.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima bantuan, sekaligus menegaskan kesiapan kementerian dalam memberikan dukungan teknis bagi pelaksanaan program.
“Kami memiliki dua harapan utama. Pertama, dampak nyata dari program ini, baik bagi penerima bantuan maupun masyarakat. Kedua, terciptanya kolaborasi yang sehat antar perguruan tinggi, bukan kompetisi,” ujarnya. (*)