Baca Koran Jambi Ekspres Online

Masih Patroli Udara dan Darat, Pemprov Kaji Status Siaga Darurat Karhutla

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memaparkan skema penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk enam wilayah provinsi prioritas dalam rapat koordinasi karhutla di Gedung Indonesia Multi Hazard Early Warning System (In--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO - Pemerintah Provinsi Jambi mengkaji kelanjutan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang telah ditetapkan pada 2 Juni hingga 31 Oktober 2025.

Adapun saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau pada musim hujan. Meski demikian tetap terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan patroli jalur udara dan darat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman mengatakan antisipasi karhutla ini tetap dilakukan hingga 31 oktober 2025 mendatang dan personel masih disiagakan di daerah yang rawan karhutla. Pemprov jambi juga akan mengkaji kembali sebelum status penanganan karhutla apakah diperpanjang atau tidak.

“Menjelang habis berlakunya status siaga maka akan ditinjau, apakah akan dicabut atau tidak karena dari sisi cuaca itu masa kemarau posisinya Juli hingga September , namun curah hujan sudah mulai banyak. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya curah hujan maka meminimalisir karhutla, “ kata Sekda Sudirman. 

Menurutnya, saat ini patroli melalui jalur darat dan udara tetap dilakukan secara berkala.

"Tetap dilakukan patroli untuk mengecek dan penanganan kondisi terkini, " sebutnya. 

Berdasarkan data Satgas karhutla provinsi Jambi mencatat per 11 september 2025, luas lahan yang terbakar di Jambi mencapai 450,73 hektare. 

"Wilayah terluas yang terdampak adalah di kabupaten Muaro Jambi, " terang Sekda yang juga Kepala BPBD Provinsi Jambi ex-Officio ini. 

Sebaran Karhutla yakni 18,46 hektar di kabupaten Batanghari, 270 hektar Muaro Jambi, 20,20 hektare kabupaten Tebo, 2,5 hektar kabupaten Muaro Bungo, 71,60 hektar Sarolangun, 3,67 hektar Merangin. 

"Selanjutnya 1,5 hektare Tanjung Jabung Timur dan 64,80 hektar Tanjung Jabung Barat, " pungkasnya. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan