Wamen Diktisainstek Jelaskan Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam wisuda ke-74 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.Co - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menjelaskan perbedaan antara Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Garuda yang sama-sama menjadi program pemerintah pusat.
“Kalau Sekolah Garuda itu semangatnya adalah memberikan akses pada anak-anak yang ada di daerah 3T yang memiliki kompetensi unggul,” katanya kepada wartawan di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu.
Hal ini disampaikan Wamendiktisaintek saat menghadiri acara pengenalan Sekolah Unggul Garuda yang segera dibangun pada November mendatang.
Lebih Lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa Sekolah Garuda semangatnya untuk anak-anak 3T yang memiliki kompetensi unggul, sedangkan Sekolah Rakyat semangatnya adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu secara umum.
Karena itu, mengapa untuk Sekolah Garuda, anak-anak SMP atau sederajat yang mau masuk ke SMA Garuda wajib melewati seleksi yang ketat.
“Kami berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan SLTP,” ujar dia.
Lembaga sekolah menengah pertama, ujar dia, harus benar-benar menyiapkan anak didiknya agar bisa masuk ke Sekolah Garuda yang akan mulai menerima siswa pada Juni 2026.
Secara umum, jumlah siswa yang akan diterima di Sekolah Garuda di Kota Soe mencapai 160 siswa, yang tersebar di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) diberikan kuota sebanyak 11 siswa yang masuk ke sekolah unggul itu.
Seorang siswa SMP Negeri I Soe Vanny Panab yang kini sudah berada di bangku kelas 3 SMP mengatakan sudah tak sabar bisa mendaftar di sekolah tersebut.
“Jujur sudah tidak sabar. Saya sendiri sudah menyiapkan diri dengan baik, jika memang ada seleksi saya optimistis bisa masuk di sekolah itu pada tahun ajaran baru nanti,” ujar dia. (ant)