Ajak Penyintas Kanker Payudara Berdamai dengan Kondisi
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat --
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO— Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengajak para penyintas kanker payudara untuk berdamai dengan kondisi yang dialami agar proses pengobatan dapat dijalani dengan lebih ringan.
“Saya selalu mengatakan kepada teman-teman, marilah berdamai dengan penyakit dan berdamai dengan kematian. Ketika kita sudah bisa melalui itu semua, rasanya lebih tenang. Pengobatan kanker memang tidak mudah, sangat tidak nyaman dan menyakitkan,” ujar Lestari Moerdijat di Jakarta, Sabtu (25/10).
Lestari, yang juga merupakan penyintas kanker payudara, menegaskan bahwa dukungan dari orang-orang terdekat memiliki peran penting dalam proses penyembuhan.
Ia menilai dukungan moral dapat menjadi kekuatan bagi para pasien untuk tetap semangat menjalani pengobatan.
Dari sisi kebijakan, Lestari menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan peta jalan (road map) untuk mempermudah akses layanan bagi penyintas kanker payudara di Indonesia.
“Pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk memberikan akses yang lebih baik bagi penyintas kanker. Upaya ini menunjukkan bahwa isu kanker payudara mulai mendapatkan perhatian yang lebih serius,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., mengingatkan pentingnya pemeriksaan dini sebagai langkah utama mencegah kanker payudara berkembang ke stadium lanjut.
Menurut Siti Nadia, sebagian besar pasien di Indonesia datang berobat ketika sudah berada pada stadium 3 atau 4, sehingga peluang kesembuhan menurun.
“Kesadaran masyarakat masih rendah. Berbeda dengan negara tetangga yang tingkat kesadarannya sudah mencapai 80 persen, bahkan di negara maju mencapai 95 persen. Artinya, kanker bisa disembuhkan jika ditemukan pada stadium awal,” ujar Nadia.
Ia menambahkan, hingga saat ini jumlah perempuan di Indonesia yang melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri baru mencapai sekitar dua juta orang.
Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan kesadaran melalui berbagai program edukasi dan pemeriksaan dini. (*)