Baca Koran Jambi Ekspres Online

Targetkan PAD Tembus Rp1 Miliar dari Penyewaan Gedung BPSDM dan Ruang Kelas

PENYUMBANG PAD: Aula Utama BPSDM Provinsi Jambi menjadi salah satu penyumbang PAD Pemprov Jambi. FOTO: ANDRI/JE--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi berhasil mengoptimalkan aset gedung dan ruang kelasnya sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Dari target PAD 2025 Rp850 Juta, BPSDM mengupayakan bisa mencapai hingga Rp1 Miliar. 

Kepala BPSDM Provinsi Jambi, Mukti Said, mengungkapkan optimismenya bahwa PAD dari sektor ini akan melampaui target yang telah ditetapkan.

Menurut Mukti Said, target PAD yang dibebankan kepada BPSDM dari penyewaan fasilitas tahun ini adalah sebesar Rp850 juta.

"Target kita terakhir itu di 850 juta. Insya Allah sampai akhir tahun bisa lebih dari 100 persen," ujar Mukti Said kepada Jambi Ekspres. 

BACA JUGA:BPSDM Tebo Bantah Adanya 28 PPPK yang Lulus Digugurkan

BACA JUGA:Momentum Positif, Transaksi Aset Kripto Rp446 Triliun

Mukti menjelaskan, kontribusi PAD ini sangat membantu pemerintah daerah, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran. "Kita tahu sekarang kita efisiensi lagi, ya kan. Jadi daerah harus banyak mencari PAD. Nah, ini yang bisa kami bantu dari BPSDM," jelasnya.

Pendapatan tersebut berasal dari penyewaan berbagai fasilitas, termasuk aula utama dan ruang-ruang kelas. Mukti menyebutkan, tarif sewa telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

 "Ini Pergub-nya 7 juta. Per hari," ungkapnya.

Fasilitas BPSDM tidak hanya digunakan untuk kegiatan internal pemerintah provinsi, tetapi juga diminati oleh berbagai instansi eksternal. Mukti mencontohkan, Kementerian Koperasi baru-baru ini menggunakan BPSDM untuk sosialisasi Koperasi Merah Putih, dan Kementerian Agama juga pernah menyewa tempat di lokasi tersebut.

Keunggulan BPSDM, lanjut Mukti, adalah ketersediaan fasilitas yang lengkap, tidak hanya aula, tetapi juga penginapan.

"OPD-OPD lain (mungkin) jarang. Paling ada, tapi ya sebatas aula. Kalau kami, ada penginapan. Kemudian yang dari luar kota bisa nginap, kemudian pelatihannya di sini," tuturnya.

Selain Kementerian, pasar utama penyewaan BPSDM adalah untuk kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dari berbagai kabupaten/kota. "Sudah itu kan ada pelatihan-pelatihan, ya. Latsar dari kabupaten/kota, itu kan sudah dianggarkan. Nah, dia pelaksananya di sini. Dia setor (PAD)," akunya.

Dengan tingginya permintaan tersebut, Mukti Said optimis pendapatan BPSDM akan terus bertambah dan melebihi target yang telah ditentukan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan