Kemdiktisaintek Dukung UT Perkuat Ekosistem Sains dan Teknologi Nasional
irektur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi (Minat Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Yudi Darma (kedua kiri) dan Wakil Rektor UT Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Adrian Sutawijaya.--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung langkah Universitas Terbuka (UT) dalam memperkuat ekosistem sains dan teknologi di Indonesia.
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi (Minat Saintek) Kemdiktisaintek Yudi Darma mengatakan, UT merupakan bagian penting dari upaya nasional dalam penguatan sains dan teknologi.
“UT itu partner dan bagian dari kita, jadi bukan lagi sekadar kolaborasi. Kita perlu bergandengan tangan untuk memperkuat sains dan teknologi di Indonesia,” ujar Yudi saat menghadiri The 5th International Seminar of Science and Technology (ISST) di Kampus UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Yudi menyampaikan, pihaknya terbuka bagi seluruh perguruan tinggi yang berkomitmen mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan ISST oleh UT sebagai langkah konkret membumikan sains di tanah air.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, di mana karya-karya sains dan teknologi dari sivitas akademika dapat diperlihatkan dan dimanfaatkan secara luas,” kata Yudi.
Menurutnya, penguatan sains dan teknologi menjadi prasyarat penting bagi kemajuan bangsa di masa depan.
Ia menekankan bahwa sains dan teknologi memiliki peran besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan.
“Kita semua sepakat bahwa masa depan yang lebih baik tidak bisa dilepaskan dari peran sains dan teknologi,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Wakil Rektor UT Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Adrian Sutawijaya, mengatakan penguatan sains dan teknologi menjadi salah satu fokus utama UT dalam memperkuat produk akademik dan inovasi.
“Tanpa sains dan teknologi, kita tidak bisa berbuat banyak. Karena itu, kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi langkah positif untuk menghadirkan berbagai kebaruan,” ujar Adrian.
Ia menambahkan, UT berkomitmen tidak hanya mendiseminasikan hasil riset, tetapi juga mengembangkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk dalam bidang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan paten.
“Harapannya, hasil-hasil penelitian dan inovasi dari UT dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” katanya. (*)