Baca Koran Jambi Ekspres Online

Kemdiktisaintek Dukung Penuh Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan arahan saat Forum Wakil Rektor bidang kerja sama --

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

“Perguruan tinggi vokasi didorong untuk terlibat langsung dengan industri di sekitarnya guna meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja dari para lulusannya,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Brian menegaskan bahwa peran politeknik dan perguruan tinggi vokasi perlu semakin strategis sebagai pusat pembentukan kompetensi teknis berbasis kebutuhan industri.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menilai perbaikan ekosistem vokasi tidak dapat ditunda, terutama untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

“Kita memasuki jendela waktu yang tidak akan datang dua kali. Lima tahun ke depan menentukan apakah bonus demografi benar-benar membawa manfaat. Kuncinya ada pada seberapa cepat kita memperbaiki mismatch antara lulusan vokasi dan kebutuhan industri,” ujar Pratikno.

Data nasional menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara suplai lulusan dan permintaan tenaga terampil.

Berdasarkan pemetaan peluang kerja global dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), terdapat hampir 300.000 lowongan di sektor prioritas seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, dan teknisi industri yang belum dapat terpenuhi karena keterampilan dan sertifikasi belum setara standar internasional.

Pemerintah memandang periode 2025–2030 sebagai masa kritis bagi Indonesia dalam memaksimalkan bonus demografi.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemdiktisaintek sebelumnya menjalin pertemuan dengan Australia yang menghasilkan potensi pilot program mobilitas bagi mahasiswa tingkat akhir.

Program ini mencakup penguatan bahasa asing, budaya kerja internasional, serta sertifikasi keahlian.

Program percontohan diarahkan pada tiga jalur awal, yaitu tenaga pengajar Bahasa Indonesia, caregiver, dan tenaga konstruksi, menyesuaikan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan