Baca Koran Jambi Ekspres Online

Warga Bakar Excavator PETI Imbas Sungai Batang Tebo Keruh

Warga Kecamatan Bathin II Pelayang membakar PETI di hulu Sungai Batang Tebo, tepatnya di wilayah kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.--

MUARA BUNGO, JAMBIEKSPRES.CO – Kekesalan warga Kecamatan Bathin II Pelayang terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hulu Sungai Batang Tebo, tepatnya di wilayah Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, akhirnya memuncak.

Ratusan warga dari dua kecamatan di Kabupaten Bungo turun ke lapangan dan membakar satu unit alat berat jenis excavator yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI di kawasan Batu Gajah, Dusun Sungai Ipuh, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

Warga mengaku geram karena air Sungai Batang Tebo—yang menjadi sumber kehidupan sehari-hari—semakin keruh akibat aktivitas tambang ilegal tersebut.

Padahal, Aparat Penegak Hukum (APH) disebut telah berulang kali melakukan penertiban terhadap PETI di wilayah Bungo.

Afrizal, Datuk Rio Peninjau Kecamatan Bathin III Pelayang, yang turut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa warga terpaksa bertindak karena dampak yang dirasakan semakin parah.

“Air Sungai Batang Tebo selalu keruh dan kotor gara-gara PETI di hulu. Hari ini masyarakat langsung turun ke lapangan,” ujar Afrizal.

Ia meminta para pelaku PETI menghentikan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan. “Jika tidak, masyarakat akan bertindak lagi,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang warga berinisial RN menyebut jumlah alat berat yang beroperasi di Batu Gajah sebenarnya mencapai belasan unit.

“Di daerah Batu Gajah, Dusun Sungai Ipuh, ada sekitar 12 unit alat berat yang digunakan untuk PETI. Tapi hanya satu unit yang berhasil dibakar masyarakat,” kata RN.

Menurut sumber tersebut, para pemain PETI di wilayah Limbur diduga melibatkan berbagai pihak, termasuk oknum tertentu.

“Banyak yang main di sana. Ada warga sipil, tapi diduga juga oknum aparat,” ujarnya. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan