Baca Koran Jambi Ekspres Online

Akibat Konsliting Listrik, Kantor Dinas Pertanian Terbakar dan 12 Mobil Damkar Dikerahkan

KEBAKARAN : Diduga korsleting listrik, Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Terbakar. Tampak petugas berusaha memadamkan api--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO - Kebakaran melanda Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut keterangan warga, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atap bangunan kantor tersebut.

Salah satu warga, Ronal, mengatakan dirinya menyadari kejadian itu setelah melihat kepulan asap tebal di atas bangunan. “Awalnya ada asap di atas, terus baru muncul api,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan kekuatan penuh setelah menerima laporan masyarakat.

“Kami menerima laporan adanya kejadian kebakaran di salah satu kantor. Kita menurunkan 12 unit armada mobil pemadam kebakaran dengan 55 personel,” ujarnya.

Mustari menjelaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, namun dugaan sementara akibat korsleting listrik. “Dugaan sementara korsleting listrik, karena dari titik api yang kita lihat berada di plafon bangunan kantor ini. Jadi tidak menutup kemungkinan karena tidak adanya peremajaan instalasi listrik. Pada saat waktu libur juga mungkin ada peralatan listrik yang tidak dicabut, dan masih banyak faktor kemungkinan,” jelasnya.

Mustari menyebut proses pemadaman menghadapi kendala karena kondisi asap pekat, terutama di lantai dua bangunan. “Pada saat kami melakukan pemadaman ini, di lantai dua sangat kesulitan karena asap yang sangat tebal. Kondisi atap di lantai dua juga berisiko tinggi,” tegasnya.

Masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati bangunan setelah pendinginan dilakukan, karena akan dipasang garis polisi dan potensi reruntuhan masih sangat tinggi. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak memasuki objek bangunan karena bisa saja reruntuhan terjadi. Nanti kita juga akan mencoba merubuhkan atap, karena apabila ada angin kencang atap ini bisa saja terbang mengenai warga,” imbuhnya. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan