Implementasikan Kurikulum Cinta, MAN 2 Jambi Perkuat Pendidikan Lingkungan Lewat Penanaman Pohon Buah
Penanaman pohon buah dilingkungan MAN 2 sebagai implementasi kurikulum Cinta.--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO-MAN 2 Kota Jambi kembali menggelar aksi penghijauan sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat pendidikan lingkungan hidup.
Kegiatan yang dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon buah ini menjadi implementasi langsung dari Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kepedulian, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial siswa.
Kegiatan penanaman berlangsung di halaman madrasah dan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga tim Humas dan sarana prasarana.
Mereka secara gotong royong menanam puluhan bibit pohon buah, termasuk matoa, mangga, dan rambutan.
Pohon matoa menjadi salah satu pilihan utama karena dikenal berumur panjang, tumbuh rindang, dan memiliki manfaat ekologis yang tinggi.
Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, menjelaskan bahwa program penghijauan ini tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga menyampaikan pesan moral kepada peserta didik.
Menurutnya, KBC menempatkan nilai cinta lingkungan sebagai bagian integral dari proses pendidikan.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa mencintai lingkungan adalah bagian dari ibadah. Setiap pohon yang kita tanam merupakan investasi kebaikan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, memilih pohon buah adalah keputusan yang dirancang secara sadar.
Selain memperkuat ekosistem kecil di lingkungan madrasah, pohon buah dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa, mulai dari mengenal jenis tanaman, proses pertumbuhan, hingga memetik hasilnya saat panen.
“Kami ingin menciptakan ruang belajar alami yang hidup. Lingkungan hijau memungkinkan siswa belajar ekologi secara langsung dan memberi manfaat jangka panjang bagi madrasah,” katanya.
Proses penanaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan program. Tahap awal dimulai dari halaman depan madrasah yang memiliki lahan terbuka cukup luas.
Tahap berikutnya akan diarahkan ke area samping dan belakang madrasah yang sebelumnya belum termanfaatkan.
Tim Humas serta bagian sarpras ikut memastikan area penanaman memiliki struktur tanah yang baik, tata letak pohon tertata rapi, dan sistem pemeliharaan berjalan berkelanjutan.
Seluruh bibit juga akan dipantau secara berkala agar pertumbuhannya optimal.
Aksi penghijauan di MAN 2 Kota Jambi sekaligus menjadi ajakan bagi satuan pendidikan lain untuk terlibat dalam upaya merawat bumi.
Di tengah meningkatnya isu global seperti perubahan iklim, krisis kualitas udara, dan berkurangnya ruang hijau, sekolah dianggap memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
Menurut Andi Asfiron, penanaman pohon adalah langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
“Hari ini satu pohon yang kita tanam mungkin tampak kecil, tetapi di masa depan dapat menjadi seribu manfaat bagi siswa dan masyarakat sekitar. Ini cara kami merawat bumi dengan cinta,” tutupnya.
Penghijauan ini diharapkan tidak hanya mengubah tampilan fisik madrasah, tetapi juga membentuk pola pikir siswa tentang pentingnya menjaga alam.
Dengan mengintegrasikan kegiatan lingkungan ke dalam kurikulum, sekolah berharap budaya cinta alam tidak hanya terjadi sesekali, tetapi tumbuh sebagai kebiasaan yang mengakar kuat dalam diri peserta didik. (*)