Nelayan Tanjabtim Keluhkan Kelangkaan Solar Subsidi, Aktivitas Melaut Terganggu
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjabtim, Hendri--
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO-Keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali menjadi keluhan utama nelayan di Kabupaten Tanjabtim.
Hingga awal bulan ini, distribusi solar subsidi yang diterima daerah masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan para nelayan untuk mendukung aktivitas melaut.
Data menunjukkan kebutuhan solar subsidi bagi nelayan Tanjabtim mencapai sekitar 500 kiloliter setiap bulan.
Namun, kuota yang disalurkan Pertamina baru sekitar 200 kiloliter, sehingga menyisakan kekurangan cukup besar.
Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan terpaksa mengurangi frekuensi melaut, bahkan ada yang memilih menunda aktivitas karena keterbatasan bahan bakar.
Kelangkaan solar subsidi ini juga berdampak pada pendapatan harian nelayan yang ikut menurun. Mereka harus mengatur ulang jadwal keberangkatan serta berupaya berhemat agar stok BBM yang ada dapat digunakan seefisien mungkin.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjabtim, Hendri, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan permohonan resmi penambahan kuota solar subsidi kepada Pertamina.
BACA JUGA:Mobil Tangki Terbakar dan 1 Orang Tewas, Damkar Temukan Penimbunan BBM di Belakang Gudang
BACA JUGA:Kelangkaan BBM Kembali Terjadi di Kerinci dan Sungaipenuh
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh nelayan di berbagai kecamatan dapat memperoleh solar sesuai kebutuhan operasional," jelasnya.
Menurutnya, penambahan kuota menjadi sangat penting mengingat perikanan tangkap merupakan salah satu sumber penghidupan utama masyarakat pesisir di wilayah tersebut. Ketidakstabilan pasokan solar dikhawatirkan dapat berdampak pada produktivitas dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah kabupaten berharap permohonan penambahan pasokan segera disetujui, sehingga kendala yang dialami nelayan dapat teratasi.
"Dengan terpenuhinya kebutuhan BBM subsidi, aktivitas melaut diharapkan kembali normal dan hasil tangkapan dapat meningkat," sebutnya.
Hingga kini, Pemkab Tanjabtim terus menjalin koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi solar subsidi lebih optimal dan tidak kembali menghambat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.