Baca Koran Jambi Ekspres Online

PDIP Nilai Wacana Koalisi Permanen Hanya Menguntungkan Elite dan Partai

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira ketika di wawancarai awak media dalam sebuah kesempatan. --

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO- Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai wacana pembentukan koalisi sebenarnya kental nuansa kepentingan individu dan partai pengusul.

Diketahui, wacana koalisi permanen mengemuka setelah muncul pernyataan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia. 

"Sebenarnya untuk mengamankan partai dan diri elite partai untuk dan partainya untuk aman di pemerintahan," kata Andreas.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mengatakan saat ini sistem politik yang dipakai di Indonesia ialah presidensial.

Sementara itu, ujarnya, wacana koalisi permanen biasa dipakai di negara yang menerapkan sistem parlementer.

Andreas pun merasa tidak tepat untuk mengatur pembentukan koalisi permanen dalam undang-undang di Indonesia.

"Enggak relevan mengatur soal koalisi permanen dalam UU," katanya.

Sebab, kata dia, partai dalam sistem presidensial seharusnya menghormati kewenangan kepala negara untuk bekerja sama mewujudkan janji politik.

"Itu hak prerogatif presiden. PDIP justru menghormati hak prerogatif presiden dan sudah memutuskan sebagai partai penyeimbang," kata Andreas. 

Sebelumnya, Bahlil menganggap penting pembentukan koalisi permanen demi menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo.

Hal demikian dikatakan Bahlil saat puncak peringatan HUT ke-61 Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat kemarin.

"Kalau perlu dibuatkan koalisi permanen. Jangan koalisi on-off, jangan koalisi in-out, jangan koalisi di sana senang, di sini senang, dimana-mana hatiku senang,” ujarnya.

Menteri ESDM itu menekankan solidaritas antarpartai pemerintah menjadi penting dalam menghadapi tantangan ke depan.

"Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng,” kata Bahlil.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan