Musim Hujan Picu Serangan Hama, Petani Cabai Terancam Merugi
Ilustrasi cuaca--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh para petani hortikultura di kota Jambi.
Tanaman cabai menjadi salah satu komoditas yang paling terdampak akibat serangan hama yang kian meluas seiring kondisi cuaca yang lembap.
Di kawasan pertanian cabai Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, para petani mengaku harus meningkatkan kewaspadaan.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan kelembapan tanah meningkat, sehingga mempercepat perkembangan hama, terutama ulat, yang menyerang daun dan batang tanaman cabai.
BACA JUGA:Waspada! Jambi dan Sejumalah Kota Besar Beresiko Hujan Disertai Petir
BACA JUGA:Setelah Hujan
Salah seorang petani cabai, Partinus, mengatakan serangan hama tersebut berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Jika tidak segera dikendalikan, produksi cabai dikhawatirkan akan merosot dan berujung pada kerugian bagi petani.
“Kalau hujan terus, hama cepat berkembang. Tanaman jadi rusak dan hasil panen bisa berkurang,” ujarnya.
Untuk menekan serangan hama, petani terpaksa melakukan perawatan ekstra dengan menyemprotkan obat dan racun hama secara lebih intensif. Namun, langkah tersebut justru menambah beban biaya produksi, terutama di tengah harga sarana pertanian yang terus meningkat.
Keluhan serupa juga disampaikan Supri, petani cabai lainnya di wilayah tersebut. Ia menuturkan, selain ancaman gagal panen, petani juga dihadapkan pada tingginya biaya perawatan tanaman akibat cuaca yang tidak menentu.
“Biaya perawatan jadi bertambah karena harus sering memberi obat. Kalau terus begini, petani bisa rugi,” katanya.
Para petani berharap adanya peran aktif pemerintah daerah melalui dinas terkait, baik dalam bentuk pendampingan teknis, penyuluhan pengendalian hama, maupun bantuan obat-obatan pertanian.
"Dukungan tersebut dinilai penting agar tanaman cabai tetap dapat tumbuh optimal dan panen tetap terjaga meski di tengah musim hujan," katanya. (*)