KPU Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Perempuan dalam Demokrasi
Anggota KPU Iffa Rosita ketika menghadiri acara kegiatan dialog publik yang digelar Ruang Sidang Utama KPU. --
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO– Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkomitmen memperkuat peran strategis perempuan dalam demokrasi.
Melalui Dialog Publik, KPU menghadirkan ruang khusus untuk mengangkat kontribusi perempuan dalam menjaga kualitas proses demokrasi.
Hal ini penting karena peran perempuan terbukti krusial dalam menjaga integritas, transparansi, dan kualitas setiap proses demokrasi di Indonesia.
Pesan ini disampaikan oleh Anggota KPU Iffa Rosita, saat membacakan sambutan Ketua KPU Mochammad Afifuddin pada kegiatan Dialog Publik Perempuan Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 “Perempuan Penggerak Perubahan, Perempuan Memimpin Demokrasi Berkembang”, di Ruang Sidang Utama KPU.
Iffa menjelaskan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak demokrasi, tidak hanya sebagai pemilih, namun juga penyelenggara pemilu, calon legislatif, hingga kepala daerah.
Iffa menilai, ketika perempuan diberikan ruang untuk memimpin, maka demokrasi tumbuh lebih inklusif, partisipatif, dan berkeadilan.
Iffa pun menyampaikan keterwakilan perempuan dalam demokrasi dan pengambil kebijakan.
"KPU mencatat jumlah rata-rata keterwakilan caleg perempuan dari 18 partai politik mencapai 3.896 bakal calon legislatif perempuan atau 37,13 persen, dan hasil pemilihan kepala daerah (Gubernur,Bupati,Walikota) terpilih 2 Gubernur, 34 Bupati dan 9 Wali Kota dari perempuan yang unggul berlaga dari 149 calon kepala daerah perempuan," kata Iffa.
Selain itu, Iffa menjelaskan partisipasi perempuan pada Pemilu Tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Partisipasi perempuan untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sebanyak 86.715.137 (83,73 persen), pemilihan DPR sebanyak 86.386.896 (83,42 persen), dan Pemilihan DPD sebanyak 86.093.264 (83,87 persen).
Iffa melanjutkan bahwa partisipasi perempuan saat Pemilihan Tahun 2024 juga tinggi. Partisipasi perempuan untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebanyak 72.577.402 (74,25 persen), untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati sebanyak 59.430.319 (77,36 persen), dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota sebanyak 52,166 (71,19 persen).
Hal tersebut selaras dengan upaya KPU dalam mendorong partisipasi masyarakat.
Iffa menyampaikan KPU aktif melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang melibatkan dan berfokus pada perempuan.
KPU juga berkomitmen menciptakan lingkungan aman, sehat dan bebas dari kekerasan seksual dengan membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di KPU.