Baca Koran Jambi Ekspres Online

Layanan Bedah Jantung Terbuka di RSUD Raden Mattaher Masih Sepi Pasien

BEDAH JANTUNG: Gubernur Jambi ketika menyaksikan operasi bedah jantung pada Oktober 2025 lalu. --

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO - Sejak menerima pasien pertama pada akhir Oktober 2025 lalu, layanan bedah jantung terbuka di RSUD Raden Mattaher Jambi hingga saat ini masih sepi pasien. 

Direktur RSUD Raden Mattaher Herlambang mengatakan pasca operasi pertama, belum ada lagi masyarakat provinsi Jambi yang berminat menjadi pasien tambahan untuk menikmati layanan kesehatan unggulan itu. 

Herlambang mengakui karena tidak adanya pasien pada layanan bedah jantung, dokter spesialis anastesi untuk layanan ini bahkan mendapatkan permohonan peminjaman dari RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. 

"Pemberdayaan dokter spesialis itu, saat ini sedang dalam proses di BKD untuk selanjutnya bisa melaksanakan kedinasan selama sepekan di RSUP Mohammad Hoesin palembang," jelas Herlambang.

BACA JUGA:Bupati BBS Dampingi Menkes Tinjau Operasi Perdana Bedah Jantung di RSUD Raden Mattaher

BACA JUGA:Menkes Puji Keberhasilan Operasi Bedah Jantung Terbuka Perdana di RSUD Raden Mattaher

Kendati masih sepi, Herlambang memastikan peralatan dan kesiapan tenaga medis hingga penjaminan pembiayaan, bukan menjadi persoalan sepinya peminat pada layanan bedah jantung terbuka di RSUD Raden Mattaher. 

"Kami menjamin tenaga medis maupun peralatan, selalu siaga untuk menerima penanganan kesehatan jantung bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan," jelasnya. 

Berdasarkan kalkulasi pihak rumah sakit, biaya penanganan kesehatan pada layanan bedah jantung terbuka di RSUD Mattaher mencapai nominal lebih kurang Rp300 juta rupiah per pasien. 

Sebelumnya pelaksanaan operasi bedah jantung pertama di provinsi Jambi yang dipantau langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin pada 31 Oktober 2025. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan