Baca Koran Jambi Ekspres Online

9 OPD Nihil Inovasi, Sekda Jambi Minta OPD dan Kabid Buat Inovasi

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin bersama Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jambi, Sudirman usai menandatangani MoU.--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, memberikan catatan tegas kepada sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang nihil Inovasi pada 2025 lalu. Tahun ini akan dicoba inovasi pada setiap Kepala Bidang setidaknya satu inovasi dibuat. 

Sudirman mengungkapkan berdasarkan laporan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jambi, masih terdapat kesenjangan kinerja inovasi yang signifikan di lingkungan Pemprov Jambi.

"Kita masih punya 9 OPD di Pemprov Jambi yang kinerjanya Rendah. Artinya, inovasinya tidak terbangun dengan baik," tegas Sudirman.

Berdasarkan data tahun 2025, dari seluruh OPD Pemprov Jambi, hanya tercatat 4 OPD dengan kinerja Sangat Baik, 7 OPD Baik, dan mayoritas sebanyak 23 OPD berada di kategori Cukup. Sedangkan 9 kategori rendah dan nol inovasinya. Dari data yang dirangkum Jambi Ekspres dinas yang nihil seperti diantaranya Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Kolonel M. Syukur, Biro Pengadaan Barang dan Jasa dan Biro Perekonomian. 

Untuk mendongkrak peringkat inovasi Jambi di tingkat nasional, Sudirman mengeluarkan instruksi spesifik kepada para kepala OPD. Ia meminta agar inovasi tidak hanya berhenti di level pimpinan instansi, tetapi turun hingga ke level Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi).

"Minimal satu Kabid itu satu inovasi. Kalau masih ada Kasi-nya, satu Kasi satu inovasi. Kepala OPD harus mendorong ini. Jika satu OPD memiliki 20 hingga 25 staf struktural, maka jumlah inovasi yang dihasilkan bisa berlipat ganda," ujarnya.

Sekda juga mengkritisi inovasi yang sudah ada namun perlu pembaharuan, salah satunya adalah sistem absensi online 'Si Abon'. Menurutnya, sistem ini memiliki celah karena hanya memantau kehadiran di pagi dan sore hari.

"Abon itu hanya akses pagi dan sore. Yang di tengah (siang hari) kosong. ASN kalau jam 12 ke mana, kita tidak tahu. Perlu ada pembaharuan inovasi, jangan sampai pagi absen pakai daster, sore absen lagi, tapi tidak berada di kantor," jelas Sekda. 

Sudirman menyebut sudah menyampaikan kepada Brida agar adanya alokasi anggaran khusus sebagai insentif atau dana pembinaan bagi OPD dan sekolah yang berhasil menciptakan inovasi berkualitas.

"Itu guna memacu semangat kompetisi yang lebih sehat," pungkasnya. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan