Baca Koran Jambi Ekspres Online

Polisi Buru Pelaku Lain dalam Kasus Pencabulan di Perguruan Silat di Kota Jambi

Ilustrasi Pencabulan--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO - Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap 7 orang murid perempuan perguruan silat di kawasan daerah Kecamatan danau teluk, kota Jambi terus berlanjut. Setelah meringkus dua pelaku, kini polisi masih memburu terduga pelaku lain.

Diketahui, perbuatan asusila ini dilakukan oleh pelatih dan tiga senior di perguruan itu sendiri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polresta Jambi Ipda Deddy saat dikonfirmasi pada Senin (05/01/2026).

Deddy mengungkapkan bahwa meski dalam kasus ini Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi sudah meringkus dua orang pelaku, namun saat ini penyidik masih melakukan penyidikan terkait dugaan keterlibatan pelaku lain. "Penyidik masih bekerja untuk memburu pelaku lain. Apabila ada perkembangan terbaru akan disampaikan lagi," katanya.

Sebelumnya, kasus ini terungkap pada Bulan November 2025 lalu setelah salah satu korban hamil. Orang tua salah satu korban berinisial Y (40) menjelaskan, dirinya baru mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan seksual oleh pelatih silatnya setelah teman anaknya hamil. "Saya taunya, setelah ada teman anak saya hamil. Saya kira dia hamil sama pacarnya, setelah dicari tau ternyata teman anak saya ini dihamili oleh pelatih dan seniornya," jelasnya, Minggu (21/12/2025).

Setelah mengetahui itu, Y (40) kemudian menanyakan anaknya kenapa pada bulan Agustus lalu tiba-tiba berhenti latihan silat. Padahal menurutnya Y , anaknya semangat untuk belajar silat. "Barulah anak sayo ngaku alasan sebenarnya dia berhenti latihan silat. Dia bilang dia dilecehkan oleh pelatih," ungkapnya .

Lanjut Y, perbuatan para pelaku dilakukan dengan modus latihan pernapasan yang dilakukan di lapangan terbuka pada malam hari tanpa pencahayaan. "Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perbuatan-perbuatan tak senonoh terhadap para korban," jelasnya.

Ditambahkan Y, latihan silat ini dilakukan di malam hari, dari pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. "Jadi para korban dilecehkan dan disetubuhi oleh pelaku dengan modus latihan pernapasan di lapangan terbuka saat malam hari tanpa pencahayaan," sebutnya.

Menurut Y(40), korban berjumlah 7 orang, yakni Iz (16) saat ini diketahui sedang hamil usia kandungan 8 bulan, M (12) mengalami pelecehan seksual. 

Sementara korban Ks (14) disetubuhi oleh keempat pelaku, sedangkan untuk korban Ss (14) dan Sf (14) juga menjadi korban pelecehan seksual. Selain itu terdapat dua korban lain yang belum membuat laporan polisi.

Menurut Y, dari empat orang terduga pelaku, dua orang berinisial HN dan HR sudah diamankan pihak Kepolisian. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan