Dukung Program Pemerintah, Perkebunan Sawit PT SAL Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Berkelanjutan
--
JAMBI - Upaya percepatan penurunan stunting menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan di Provinsi Jambi.
Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69, kontribusi dunia usaha semakin relevan sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
"Saya tegaskan bahwa penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Peran melalui sektor pendidikan, sosial, ekonomi, pemberdayaan perempuan, pertanian, dan infrastruktur sangat penting. Oleh karena itu, pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif harus benar-benar dijalankan secara terintegrasi, juga peran orang tua asuh sangat dibutuhkan disetiap daerah," ujar Gubernur Jambi, Al Haris saat membuka secara resmi Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Juli 2025 lalu.
Seiring dengan pemikiran tersebut, PT Sari Aditya Loka (SAL), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung agenda besar pemerintah itu.
''Sepanjang 2025, perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai program kesehatan berbasis masyarakat yang berkontribusi langsung pada upaya pencegahan dan penurunan stunting,"ujar Asisten Sustainability PT SAL, Slamet Riyadi.
Komitmen ini mendapat pengakuan dari pemerintah daerah Jambi. Pada Oktober 2025, PT SAL menerima apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Merangin atas peran aktifnya dalam percepatan penurunan stunting. Penghargaan tersebut diperkuat dengan penganugerahan Piagam Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari BKKBN Provinsi Jambi pada Desember 2025.
Melalui program Astra Sehat, PT SAL membina 35 posyandu di wilayah ring 1 perusahaan serta enam posyandu khusus komunitas Suku Anak Dalam (SAD).
''Program ini mencakup pemberian makanan tambahan, pelatihan kader posyandu, dukungan sarana dan prasarana kesehatan, layanan pengobatan, hingga rujukan pasien. Bersama puskesmas setempat, perusahaan juga mengoperasikan layanan puskesmas keliling yang menjangkau 241 kepala keluarga, serta menyediakan ambulans khusus bagi masyarakat SAD,''tambahnya.
Selain kesehatan, PT SAL turut berkontribusi dalam penguatan sektor pendidikan, khususnya bagi masyarakat sekitar dan komunitas Suku Anak Dalam. Hingga 2025, perusahaan membina 13 sekolah di Kabupaten Merangin dan Sarolangun dengan total 412 siswa yang didampingi oleh 16 tenaga pendidik.
''Untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak SAD, PT SAL menyediakan Wisma Madu Rimbo sebagai fasilitas tempat tinggal bagi siswa dari jenjang SD hingga SMA,''jelas Slamet Riyadi
Di wilayah ring 1 perusahaan, PT SAL juga membina 18 sekolah dan memberikan bantuan honor kepada 31 guru dari enam sekolah. Di lingkungan internal perusahaan, pengelolaan dua TK dan empat TPA turut mendukung pendidikan anak karyawan dengan total 70 siswa.
Kontribusi perusahaan juga menyentuh sektor lingkungan dan ketahanan pangan. Sepanjang 2025, PT SAL menyalurkan 600 bibit pohon jengkol yang ditanam oleh komunitas SAD di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas. Program ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal. PT SAL menggelar kegiatan suluh rimbo bersama komunitas SAD di Desa Bukit Suban, Kabupaten Sarolangun, serta Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.
Perusahaan juga mengembangkan budidaya serai wangi bersama kelompok tani yang melibatkan masyarakat SAD dan warga Desa Pematang Kabau, lengkap dengan pendampingan hingga pemanfaatan hasil panen.