Intensitas Hujan di Wilayah Timur Jambi Mulai Menurun, Bibit Siklon Muncul
Kepala BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistyo--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO – Intensitas hujan di wilayah timur Provinsi Jambi mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Januari 2026, seiring melemahnya aktivitas awan hujan dan munculnya bibit siklon di wilayah selatan Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi mencatat, berkurangnya curah hujan terutama terjadi di kawasan timur Jambi, seperti Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan daerah sekitarnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah tersebut sebelumnya mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Kepala BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistyono, menjelaskan bahwa penurunan intensitas hujan dipengaruhi oleh perubahan pola angin serta melemahnya sistem awan konvektif yang selama ini memicu hujan lebat.
BACA JUGA:BMKG: Jumat, Waspada Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat di Sejumlah Area
BACA JUGA:Musim Hujan Picu Serangan Hama, Petani Cabai Terancam Merugi
“Selain faktor lokal, munculnya bibit siklon di wilayah selatan Indonesia turut memengaruhi dinamika cuaca di Provinsi Jambi, khususnya di wilayah timur,” ujar Ibnu, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa wilayah barat Jambi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Daerah yang perlu tetap waspada antara lain Kabupaten Sarolangun, Kerinci, Merangin, Bungo, dan Tebo.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan turun.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diminta tetap siaga, khususnya di kawasan rawan banjir dan tanah longsor. Langkah antisipasi dinilai penting mengingat cuaca masih berpotensi berubah secara tiba-tiba, meskipun secara umum tren curah hujan di wilayah timur Jambi mulai menurun. (*)