Pesona Ikan Ifu, Ikan Kecil dengan Rasa Istimewa yang Menggugah Selera
Warga Dompu, NTB tampak antusias menyambut kedatangan ikan kecil yang dikenal dengan nama ifu.--
MATARAM, JAMBIEKSPRES.CO– Di tepian Muara Kambu, Pantai Kilo, Kabupaten Dompu, NTB, warga setempat tampak antusias menyambut kedatangan ikan kecil yang dikenal dengan nama ifu.
Saat arus laut membawa ikan ini menuju sungai untuk memijah, warga berlarian dengan wajah ceria, siap memburu ikan yang menjadi sumber kehidupan di tengah keterbatasan sumber daya lain.
Fenomena munculnya ifu terjadi setiap tahun saat puncak musim hujan, antara Januari dan April.
Saat itu, suara gemuruh guntur dari tengah laut menandakan kedatangan ifu, sebuah tanda alami yang sudah sangat dikenal di kalangan nelayan dan masyarakat pesisir Bima serta Dompu.
"Ikan besar yang kita tangkap seringkali mengandung ifu dalam perutnya, dan itulah yang jadi tanda musim ini tiba," ungkap Mustamin, Kepala Dusun Kambu, saat ditemui di awal Maret.
Bagi masyarakat pesisir yang kerap menghadapi kesulitan akibat cuaca buruk yang menghalangi mereka melaut, ifu menjadi berkah tersendiri.
Ikan kecil berukuran sekitar lima sentimeter ini sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari perkedel, gulai, hingga pepes.
BACA JUGA:Menyoroti Kisah Sukses Desa Ibru, Berinovasi Tanaman Kunyit Berkat Program BRIlian
BACA JUGA:Usaha Tanaman Bonsai di Muarasabak Hasilkan Cuan
Folklor yang Mengiringi Kemunculan Ifu
Di balik keberadaannya, ikan ifu tak hanya sekadar sumber pangan, tetapi juga bagian dari cerita rakyat yang hidup turun temurun.
Masyarakat meyakini bahwa jika ifu muncul di darat, ikan ini akan berubah menjadi ulat. Sebuah kepercayaan yang memberikan warna tersendiri pada tradisi menangkap ikan kecil ini.
Namun, bagi banyak orang, yang lebih penting adalah rasa ikan ifu yang gurih dan nikmat.
Tak heran, ikan ini sering menjadi hidangan spesial, baik untuk keluarga maupun dijual ke pasar setempat.